This Author published in this journals
All Journal Jurnal Abmas
Muhammad Luthfiriza
Universitas Pendidikan Indonesia

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

Meningkatkan pengetahuan terhadap risiko stunting melalui program “DASHAT” di Kecamatan Bantargebang Muhammad Luthfiriza; Junindra Cahya Negara; Cica Yulia
Jurnal Abmas Vol. 24 No. 1 (2024): Jurnal Abmas
Publisher : Universitas Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.17509/abmas.v24i1.62862

Abstract

Stunting is a condition where a child’s height is below the age-appropriate standards due to impaired growth caused by poor nutrition and health before and after birth. In Indonesia, stunting remains a significant public health challenge, with the national prevalence decreasing from 2010 to 2018. Factors contributing to stunting include inadequate maternal nutrition, lack of health knowledge, and poor socio-economic conditions. This study aimed to enhance awareness and knowledge of stunting prevention among Posyandu cadres in Bantargebang, Bekasi. The program included health education and cooking demonstrations through participatory methods to create nutritious, affordable meals. The intervention was conducted in collaboration with the “Si Penting” thematic community service program from the University of Education Indonesia. The results showed that Posyandu cadres were highly engaged and appreciated the practical education provided. It is expected that the skills and knowledge gained will enable them to educate families at risk of stunting better. Future programs should focus on continuing education and supporting stunting prevention efforts at the community level.   Abstrak Stunting adalah kondisi di mana tinggi badan seorang anak lebih pendek dari standar usia yang disebabkan oleh terhambatnya pertumbuhan akibat buruknya gizi dan kesehatan sebelum dan setelah kelahiran. Di Indonesia, stunting masih menjadi tantangan kesehatan masyarakat yang signifikan, dengan prevalensi nasional yang menurun dari tahun 2010 sampai 2018. Faktor-faktor yang berkontribusi terhadap stunting antara lain kurangnya gizi ibu hamil, rendahnya pengetahuan kesehatan, dan kondisi sosial-ekonomi yang buruk. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pengetahuan kader posyandu di Bantargebang, Bekasi, terkait pencegahan stunting. Melalui metode partisipatif, program ini mencakup penyuluhan kesehatan dan demonstrasi memasak untuk menciptakan menu bergizi dan terjangkau. Intervensi ini dilakukan bekerja sama dengan program pengabdian masyarakat tematik “Si Penting” dari Universitas Pendidikan Indonesia. Hasilnya menunjukkan bahwa kader posyandu sangat terlibat dan menghargai edukasi praktis yang diberikan. Diharapkan keterampilan dan pengetahuan yang diperoleh dapat membantu mereka mendidik keluarga yang berisiko stunting. Program mendatang sebaiknya fokus pada pendidikan berkelanjutan dan memberikan dukungan untuk upaya pencegahan stunting di tingkat komunitas. Kata Kunci: edukasi kesehatan; kader posyandu; pencegahan stunting