p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Gema Kesehatan
St. Masithah
Jurusan S1 Gizi STIKes Salewangang Maros

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ASUPAN ZAT GIZI DAN AKTIVITAS FISIK DENGAN STATUS GIZI PADA CALON PENGANTIN WANITA DI KABUPATEN MAROS: NUTRIENT INTAKE, PHYSICAL ACTIVITY, AND NUTRITIONAL STATUS AMONG PREMARITAL WOMEN IN MAROS REGENCY nurulannisa pathanah; St. Masithah; Siti Uswatun Hasanah; Syafruddin Syafruddin
GEMA KESEHATAN Vol. 18 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v18i1.512

Abstract

Kesehatan wanita pada masa prakonsepsi dapat dinilai melalui status gizi sebagai indikator krusial karena berpengaruh terhadap kondisi kehamilan dan kesehatan bayi yang akan dilahirkan. Pelaksanaan penelitian ini mempunyai tujuan guna mengkaji korelasi antara asupan zat gizi (protein, energi, karbohidrat, lemak, maupun zat besi) serta derajat aktivitas fisik dengan status gizi pada wanita prakonsepsi di wilayah kerja Puskesmas Bontoa, Puskesmas Lau, dan Puskesmas Maros Baru, Kabupaten Maros. Desain cross-sectional serta teknik total sampling diaplikasikan pada penelitian ini, dengan total sampel berjumlah 32 responden. Metode food recall 2×24 jam dilaksanakan selama dua hari berturut-turut guna memperoleh data asupan nutrisi, sementara kuesioner Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ) diterapkan dalam menghimpun data aktivitas fisik. Penelitian ini menerapkan uji korelasi Spearman dalam analisis data. Temuan penelitian memperlihatkan jika korelasi yang signifikan tidak ditemukan antara asupan protein (p = 0,505), energi (p = 0,673), karbohidrat (p = 0,222), lemak (p = 0,523), zat besi (p = 1,000), serta aktivitas fisik (p = 0,332) dengan status gizi. Simpulan dari penelitian ini yaitu status gizi pada wanita prakonsepsi tidak dipengaruhi secara langsung oleh asupan nutrisi dan tingkat aktivitas fisik. Hal ini diduga berkaitan dengan faktor lain, seperti pola makan yang tidak teratur akibat persiapan menjelang pernikahan. Kata kunci: Aktivitas Fisik, Asupan Zat Gizi, Calon Pengantin Wanita, Status Gizi   Women’s health during the preconception period can be assessed through nutritional status, which serves as a crucial indicator because it influences pregnancy outcomes and infant health after birth. The study aimed to determine the correlation between nutrient intake (protein, energy, carbohydrates, fat, and iron) and physical activity levels with the nutritional status of preconception women in the  working areas of the Bontoa, Lau, and Maros Baru Community Health Centers in Maros Regency. This study employed a cross-sectional design with a total sampling technique involving 32 respondents. Nutrient intake data were collected using a 2x24-hour food recall conducted over two consecutive days, while the Global Physical Activity Questionnaire (GPAQ). Data were analyzed using Spearman’s Correlation test. The results showed no significant correlation between protein intake (p=0.505), energy intake (p=0.673), carbohydrate intake (p=0.222), fat intake  (p=0.523), iron intake (p=1.000), physical activity (p=0.332) and nutritional status. In conclusion, the nutritional status of preconception women was not directly influenced by nutrient intake or physical activity levels. This finding may be associated with other factors, such as irregular eating patterns related to pre-marital preparations. Keywords: Nutrient Intake, Nutritional Status, Physical Activity, Preconception Women
KUALITAS TIDUR, TINGKAT STRES, DAN PERILAKU MAKAN ANTARA REMAJA OVERWEIGHT DAN OBESITAS : SLEEP QUALITY, STRESS LEVELS, AND EATING BEHAVIOR AMONG OVERWEIGHT AND OBESE ADOLESCENTS trisri jumrah; St. Masithah; Fitri Wahyuni; Bdn. Selvia
GEMA KESEHATAN Vol. 18 No. 1 (2026): Mei 2026
Publisher : POLTEKKES KEMENKES JAYAPURA

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47539/gk.v18i1.513

Abstract

Kelebihan berat badan pada remaja merupakan masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat dan berisiko menimbulkan obesitas serta penyakit tidak menular pada usia dewasa. Kondisi ini dapat dipengaruhi oleh beberapa faktor seperti kualitas tidur, tingkat stres, dan perilaku makan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan kualitas tidur, tingkat stres, dan perilaku makan antara remaja overweight dan obesitas. Jenis penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan jumlah sampel sebanyak 83 remaja yang mengalami kelebihan berat badan (overweight dan obesitas) yang dipilih melalui teknik total sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) untuk menilai kualitas tidur, Self Reporting Questionnaire (SRQ) untuk mengukur tingkat stres, dan Adolescent Food Habits Checklist (AFHC) untuk menilai perilaku makan. Analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat menggunakan uji Chi-Square dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan antara kelompok overweight dan obesitas dalam hal kualitas tidur (p=0,189), tingkat stres (p=0,07), dan perilaku makan (p=0,395). Dapat disimpulkan bahwa kualitas tidur, tingkat stres, dan perilaku makan bukan merupakan faktor yang membedakan secara signifikan antara kondisi overweight dan obesitas pada remaja. Kata kunci: Kelebihan Berat Badan, Kualitas Tidur, Perilaku Makan, Remaja, Stres Overweight among adolescents is an increasing public health problem that increase the risk of obesity and non-communicable diseases in adulthood. This condition may be influenced by several factors, including sleep quality, stress level, and eating behavior. This study aimed to analyze the differences in sleep quality, stress levels, and eating behavior between overweight and obese adolescents. This study employed a cross-sectional design involving 83 adolescents with overweight or obesity selected using a total sampling technique. Data were collected using the Pittsburgh Sleep Quality Index (PSQI) to assess sleep quality, the Self Reporting Questionnaire (SRQ) to measure stress levels, and the Adolescent Food Habits Checklist (AFHC) to evaluate eating behavior. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Chi-Square test at a 95% confidence level. The results showed no significant differences between the overweight and obese groups in terms of sleep quality (p=0.189), stress levels (p=0.07), and eating behavior (p=0.395). It can be concluded that sleep quality, stress levels, and eating behavior were not factors that significantly differentiated overweight and obesity among adolescents. Keywords: Adolescent, Eating Behaviour, Overweight, Sleep Quality, Stress