Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

PEMANFAATAN MEDIA BOOKLET GIZI SEIMBANG SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI Hendra Agung Herlambang; Dian Agnesia; Alpinia Shinta Pondagitan; Novita Lisbeth Kundimang; Rahmawati Rahmawati; Risnawaty S. Zakaria; Stella Helena Fernita Lumansik; Dety Sumalin Paputungan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 4 (2026): Vol. 7 No. 4 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i4.61755

Abstract

Stunting merupakan masalah gizi kronis yang berdampak negatif terhadap kualitas sumber daya manusia, khususnya pada periode 1000 Hari Pertama Kehidupan. Pengetahuan ibu mengenai gizi seimbang merupakan faktor penentu yang krusial dalam upaya pencegahan stunting. Inisiatif pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil dan ibu menyusui tentang gizi seimbang sebagai strategi pencegahan stunting melalui media booklet. Intervensi ini menggunakan pendekatan pendidikan kesehatan dengan desain one-group pretest-posttest. Sebanyak 20 peserta, yang terdiri dari 12 ibu hamil dan 8 ibu menyusui dari Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, berpartisipasi dalam program ini. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner pilihan ganda berisi 10 butir soal yang diberikan sebelum dan sesudah sesi penyuluhan serta pemberian booklet gizi seimbang. Analisis data dilakukan menggunakan uji-t berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata skor pre-test adalah 52,5, yang meningkat secara signifikan menjadi 85,5 pada post-test, mencerminkan peningkatan sebesar 33 poin (p = 0,001). Proporsi peserta dengan tingkat pengetahuan baik (skor ≥80) meningkat dari 10% menjadi 85%, dan tidak ada peserta yang tetap berada dalam kategori pengetahuan kurang (skor <60) setelah intervensi. Hasil ini mengindikasikan bahwa media booklet gizi seimbang efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu mengenai pencegahan stunting. Booklet ini bersifat praktis, mudah dipelajari berulang kali, dan berbiaya rendah, sehingga menjadi sarana yang direkomendasikan dan hemat biaya untuk program penurunan angka stunting.
Hubungan Antara Riwayat Imunisasi Dasar Dengan Status Gizi Pada Balita Di Wilayah Kerja Puskesmas Tenga Kabupaten Minahasa Selatan Glorya Sumendap; Ester Candrawati Musa; Alpinia Shinta Pondagitan
KOLONI Vol. 5 No. 3 (2026): SEPTEMBER 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/koloni.v5i3.1215

Abstract

Nutritional status is an important indicator of children’s health and is influenced by various factors, including basic immunization history, which provides protection against infectious diseases. This study aimed to determine the relationship between basic immunization history and nutritional status among toddlers in the Working Area of Tenga Community Health Center, South Minahasa Regency. This quantitative study used an analytic observational design with a cross-sectional approach. The study population consisted of toddlers aged 24–59 months in the working area of Tenga Community Health Center. A total of 81 toddlers were selected using total sampling. Data were collected through interviews and anthropometric measurements. Nutritional status was assessed using height-for-age (HAZ) and weight-for-height (WHZ) indicators, while basic immunization history was categorized as complete or incomplete. Data were analyzed using univariate and bivariate analyses with Fisher’s Exact Test at a significance level of α = 0.05. The results showed no significant relationship between basic immunization history and nutritional status based on HAZ, with p = 0.130. There was also no relationship between basic immunization history and nutritional status based on WHZ, with p = 0.268. In conclusion, basic immunization history was not statistically associated with nutritional status among toddlers based on HAZ or WHZ in the Working Area of Tenga Community Health Center, South Minahasa Regency.
PENINGKATAN KOMPETENSI KADER KESEHATAN: PELATIHAN ANTROPOMETRI UNTUK MEMANTAU PERTUMBUHAN BALITA DI KOTA BITUNG Nova Hellen Kapantow; Bernabas Harold Ralph Kairupan; Marlin Grace Kapantow; Yulianty Sanggelorang; Alpinia Shinta Pondagitan; Emmanuela Ranita Molenaar
INTEGRITAS : Jurnal Pengabdian Vol 8 No 2 (2024): AGUSTUS - DESEMBER
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - Universitas Abdurachman Saleh Situbondo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36841/integritas.v8i2.5305

Abstract

Masalah gizi pada balita merupakan salah satu tantangan kesehatan yang dihadapi oleh banyak negara. Dalam upaya mengatasi masalah tersebut, pelatihan kader Posyandu, yang merupakan kelompok terdekat dengan masyarakat, dalam pengukuran antropometri sangat penting untuk menghasilkan data yang lebih akurat guna menentukan intervensi yang tepat. Program Kemitraan Masyarakat dalam bentuk pelatihan kader, bermitra dengan Puskesmas Girian Weru, telah dilaksanakan pada tanggal 23 September 2024 di Gedung Puskesmas Girian Weru. Kegiatan pelatihan ini mencakup penyuluhan teori, praktik pengukuran, serta evaluasi pengetahuan menggunakan kuesioner pre dan post-test, dan evaluasi keterampilan kader berdasarkan kesesuaian praktik pengukuran dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang diberikan. Hasil evaluasi pre-test dan post-test secara deskriptif menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan kader, meskipun tidak signifikan secara statistik (p-value = 0,527). Namun, hasil observasi praktik pengukuran memperlihatkan bahwa kader mampu melaksanakan prosedur pengukuran antropometri dengan benar sesuai SOP. Pelatihan ini secara praktis berhasil meningkatkan keterampilan kader dalam melakukan pengukuran antropometri balita secara akurat, meskipun peningkatan pengetahuan secara statistik belum signifikan. Keberhasilan ini menunjukkan pentingnya pelatihan berkelanjutan untuk memperkuat kemampuan kader dalam memantau pertumbuhan balita.