Era digital memberikan kemudahan bagi remaja dalam memperoleh informasi dan berinteraksi melalui media sosial. Namun, penggunaan media sosial yang intensif juga dapat memunculkan sikap Fear of Missing Out (FOMO), yaitu rasa takut tertinggal terhadap informasi, aktivitas, atau tren yang dilakukan oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis internalisasi nilai zuhud sebagai upaya mengatasi sikap FOMO pada remaja Masjid Al-Ilham. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis studi kasus. Data diperoleh melalui observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Informan dipilih secara purposive berdasarkan keterlibatan dan pengetahuan mereka terhadap kegiatan pembinaan remaja masjid. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, serta penarikan dan verifikasi kesimpulan. Keabsahan data diperoleh melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa FOMO pada remaja Masjid Al-Ilham ditandai dengan kebiasaan mengakses media sosial secara berulang, rasa takut tertinggal informasi, serta dorongan mengikuti tren dan aktivitas teman sebaya. Pemahaman remaja terhadap zuhud mengalami perkembangan setelah mengikuti pembinaan keagamaan. Zuhud tidak lagi dipahami sebagai meninggalkan dunia secara total, tetapi sebagai kemampuan mengendalikan keterikatan terhadap dunia dan menempatkannya secara proporsional. Internalisasi nilai zuhud berlangsung melalui kajian keagamaan, pembiasaan kegiatan ibadah dan sosial, serta keteladanan Pembina dan pengurus remaja masjid. Internalisasi tersebut mendorong remaja untuk membatasi penggunaan media sosial, lebih selektif mengikuti tren, dan lebih mengutamakan kegiatan ibadah serta aktivitas yang bermanfaat. Dengan demikian, nilai zuhud berperan sebagai kontrol spiritual yang membantu remaja menghadapi tekanan sosial dan kecenderungan FOMO di era digital.