Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

EDUKASI PENANGANAN DINI HIPEREMESIS GRAVIDARUM PADA IBU HAMIL TRIMESTER I Hadijah Hadijah; Nurmiati Nurmiati; Asrida Asrida; Rahmiyani Saad; Sitti Aminah Ali; Safira Safira
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.55596

Abstract

Hiperemesis gravidarum adalah keadaan mual dan muntah berlebihan selama kehamilan yang dapat mengganggu aktivitas sehari-hari serta memengaruhi kondisi kesehatan ibu secara umum. Kondisi ini ditandai dengan frekuensi muntah yang tinggi, bahkan dapat terjadi lebih dari sepuluh kali dalam sehari hingga menimbulkan dehidrasi. Perubahan dan ketidakseimbangan hormon pada masa kehamilan dapat menstimulasi lambung dan meningkatkan sekresi asam lambung, sehingga memicu mual dan muntah apabila ibu hamil tidak mampu beradaptasi. Mual dan muntah yang berlangsung berat, menghambat aktivitas, dan menyebabkan kekurangan cairan tersebut dikenal sebagai hiperemesis gravidarum. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan ibu hamil mengenai penanganan dini hiperemesis gravidarum pada trimester pertama kehamilan. Metode yang diterapkan berupa penyuluhan kesehatan dengan menggunakan desain pre-test dan post-test. Kegiatan ini dilaksanakan di Puskesmas Tamalanrea, Makassar, pada tanggal 11 Desember 2025 dengan melibatkan sebanyak 10 orang ibu hamil sebagai peserta. Hasil pelaksanaan kegiatan menunjukkan bahwa sebelum diberikan penyuluhan, hanya 30% ibu hamil yang memiliki tingkat pengetahuan baik. Setelah dilakukan penyuluhan, angka tersebut meningkat menjadi 70%. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan kesehatan terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan ibu hamil terkait penanganan dini hiperemesis gravidarum pada trimester pertama kehamilan. Pendidikan kesehatan yang dilakukan secara berkesinambungan direkomendasikan sebagai strategi promotif dan preventif guna menurunkan risiko terjadinya hiperemesis gravidarum berat.
Optimalisasi Pemenuhan Hak Anak Melalui Edukasi Asuhan Tanpa Diskriminasi Pada Keluarga Rahmat Pannyiwi; Djunaedi Djunaedi; Nurmiati Nurmiati
Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 4 (2026): Sahabat Sosial: Jurnal Pengabdian Masyarakat (September)
Publisher : Asosiasi Guru dan Dosen Seluruh Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59585/sosisabdimas.v4i4.1661

Abstract

Latar Belakang: Anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, mendapatkan pendidikan, kesehatan, kasih sayang, serta diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pemenuhan hak tersebut. Namun, perbedaan usia, jenis kelamin, kondisi fisik, kemampuan akademik, karakter, maupun kondisi sosial ekonomi anak dapat memengaruhi pola pengasuhan keluarga. Edukasi kepada orang tua diperlukan untuk memperkuat pemahaman mengenai pengasuhan yang menghargai hak dan martabat setiap anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan hak anak melalui penerapan asuhan tanpa diskriminasi. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi kesehatan dan pengasuhan, diskusi interaktif, penyampaian materi, studi kasus, serta pendampingan keluarga. Peserta berjumlah 30 orang tua atau anggota keluarga yang memiliki anak. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 60,7 sebelum edukasi menjadi 87,5 setelah edukasi. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada aspek hak anak, prinsip non-diskriminasi, komunikasi positif, pemberian kesempatan yang setara, perlindungan dari kekerasan, serta keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan usia dan perkembangannya. Kesimpulan: Edukasi asuhan tanpa diskriminasi dapat meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan hak anak dan mendorong penerapan pola pengasuhan yang lebih adil, positif, aman, dan menghargai martabat anak.