Latar Belakang: Anak memiliki hak untuk tumbuh, berkembang, memperoleh perlindungan, mendapatkan pendidikan, kesehatan, kasih sayang, serta diperlakukan secara adil tanpa diskriminasi. Keluarga merupakan lingkungan pertama dan utama dalam pemenuhan hak tersebut. Namun, perbedaan usia, jenis kelamin, kondisi fisik, kemampuan akademik, karakter, maupun kondisi sosial ekonomi anak dapat memengaruhi pola pengasuhan keluarga. Edukasi kepada orang tua diperlukan untuk memperkuat pemahaman mengenai pengasuhan yang menghargai hak dan martabat setiap anak. Tujuan: Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan hak anak melalui penerapan asuhan tanpa diskriminasi. Metode: Kegiatan dilaksanakan melalui edukasi kesehatan dan pengasuhan, diskusi interaktif, penyampaian materi, studi kasus, serta pendampingan keluarga. Peserta berjumlah 30 orang tua atau anggota keluarga yang memiliki anak. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest untuk mengukur perubahan pengetahuan peserta. Hasil: Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata pengetahuan peserta dari 60,7 sebelum edukasi menjadi 87,5 setelah edukasi. Peningkatan pemahaman terutama terlihat pada aspek hak anak, prinsip non-diskriminasi, komunikasi positif, pemberian kesempatan yang setara, perlindungan dari kekerasan, serta keterlibatan anak dalam pengambilan keputusan yang sesuai dengan usia dan perkembangannya. Kesimpulan: Edukasi asuhan tanpa diskriminasi dapat meningkatkan pemahaman keluarga mengenai pemenuhan hak anak dan mendorong penerapan pola pengasuhan yang lebih adil, positif, aman, dan menghargai martabat anak.
Copyrights © 2026