Aloysius Gonsales Boy Duhat
Universitas Muhammadiyah Kupang

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

MEMBANGUN PEMAHAMAN DAN MENGURANGI STIGMA: EDUKASI HIV/AIDS BERBASIS KOMUNITAS DI KOTA KUPANG Iwir Riwando Putra Tirsa Boymau; Delon Ahasweros Fallo; Inggrit Brigita Ani; Joni Dos Santos; Aloysius Gonsales Boy Duhat; Albertus Maldini Tokan; Oktavianus Gheda Piku; Nofrilia Mau; Joses Manekan Naitboho; Thomas Ndara Aga Ate; Abid Ardhi Azyumardi; Longginus Nama Pureklolon; Suci Lestari Handayani; Amri Adha Arifin
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.55629

Abstract

Kota Kupang sebagai pusat aktivitas sosial dan ekonomi di Provinsi Nusa Tenggara Timur memiliki kerentanan terhadap penyebaran HIV/AIDS yang dipengaruhi oleh tingginya mobilitas penduduk dan intensitas interaksi sosial. Hingga September 2025, jumlah kasus HIV di Kota Kupang terus menunjukkan angka yang memerlukan perhatian serius. Permasalahan HIV/AIDS tidak hanya berkaitan dengan aspek medis, tetapi juga dengan stigma dan diskriminasi sosial yang menghambat upaya pencegahan serta akses layanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai HIV/AIDS, meliputi pengertian, cara penularan, pencegahan, serta mendorong sikap yang lebih inklusif dan bebas stigma terhadap orang dengan HIV/AIDS. Metode yang digunakan adalah edukasi sosial berbasis komunitas dengan pendekatan psikologi sosial, yang menempatkan peserta sebagai subjek aktif dalam proses pembelajaran melalui dialog dan refleksi pengalaman sosial. Kegiatan dilaksanakan pada 27 Januari 2026 di tiga lokasi di Kota Kupang dengan melibatkan Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Kota Kupang sebagai mitra. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pendekatan edukasi yang dialogis, empatik, dan kontekstual mampu meningkatkan pemahaman peserta, mengurangi kesalahpahaman terkait penularan HIV, serta mendorong kesadaran akan pentingnya pencegahan dan akses layanan kesehatan. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi HIV/AIDS berbasis komunitas memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan yang berkelanjutan dan penurunan stigma sosial di tingkat lokal.