Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH PEMBERIAN AROMATERAPI PEPPERMINT TERHADAP BALITA BATUK PILEK DI KLNIK ANANDA MEDIKA KOTA DEPOK Rima Muliani; Dela Namirah Zasqiah Burhan
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 6 No. 6 (2025): Vol. 6 No. 6 Tahun 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v6i6.55876

Abstract

Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu penyebab utama morbiditas pada balita, terutama yang ditandai dengan batuk pilek. Salah satu penatalaksanaan non-farmakologis adalah aromaterapi peppermint, yang mengandung mentol dengan efek dekongestan, ekspektoran, dan antiinflamasi sehingga dapat membantu melegakan pernapasan. Mengetahui pengaruh pemberian aromaterapi peppermint terhadap gejala batuk pilek pada balita. Penelitian menggunakan desain kuasi eksperimen dengan rancangan one group pretest-posttest. Sampel berjumlah 30 balita berusia 11–55 bulan di Klinik AM Depok, yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Intervensi berupa pemberian aromaterapi peppermint melalui diffuser selama 15–20 menit setiap hari selama 5 hari berturut-turut. Data dikumpulkan menggunakan instrumen Wisconsin Upper Respiratory Symptom Survey (WURSS). Analisis data dilakukan menggunakan uji Paired Sample T-Test dengan tingkat signifikansi 0,05. Rata-rata skor gejala sebelum intervensi sebesar 16,87 dan menurun menjadi 13,27 setelah intervensi, dengan selisih rata-rata 3,6. Hasil uji statistik menunjukkan p-value 0,000 (<0,05), yang berarti terdapat pengaruh signifikan aromaterapi peppermint terhadap penurunan gejala batuk pilek pada balita. Aromaterapi peppermint efektif menurunkan gejala batuk pilek pada balita, sehingga dapat direkomendasikan sebagai terapi non-farmakologis yang aman, mudah, dan terjangkau untuk penanganan ISPA ringan pada anak.
Efektivitas Senam Dismenore Dan Kompres Hangat Terhadap Penurunan Tingkat Nyeri Haid Pada Mahasiswa Kebidanan Politeknik Tiara Bunda Tahun 2026 Dela Namirah Zasqiah Burhan; Yeki Supriaten Aisyah
Borneo Nursing Journal (BNJ) Vol. 8 No. 2b (2026)
Publisher : Akademi Keperawatan Yarsi Samarinda

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61878/bnj.v8i2b.1861

Abstract

Data World Health Organization (WHO) tahun 2020 menyatakan kejadian sebesar 1.769.425 jiwa (90%) wanitayang mengalami dismenore, 10-15% diantaranya mengalami dismenore berat (WHO, 2020). Tahun 2021 WHOmenyatakan prevalensi dismenore berkisar antara 1,7% sampai 97% pada 106 studi dengan jumlah responden125.249 wanita (WHO, 2021). Hal ini menunjukkan adanya peningkatan prevalensi dismenore antara tahun 2020dan 2021. Di Indonesia sendiri angka kejadian dismenore pada wanita yang berusia 14-19 tahun sebesar 64,25%yang terdiri dari 54,89% dismenore primer dan 9,36% dismenore sekunder (Halim et al., 2023). Sedangkan daridata SDKI prevalensi kejadian dismenore di Deli Serdang tahun 2022 mencapai 60-70% (SDKI, 2022)Tingginyaangka tersebut menunjukkan bahwa dismenore merupakan salah satu masalah kesehatan menstruasi yang perlumendapatkan perhatian pada kelompok remaja putri, khususnya di wilayah Kecamatan Cinere. Tujuan penelitianmengetahui efektivitas senam dismenore dan kompres hangat terhadap penurunan tingkat nyeri haid padamahasiswa kebidanan Politeknik Tiara Bunda Tahun 2026. Jenis penelitian ini bersifat kuantitatif, denganmenggunakan desain penelitian yang digunakan adalah Quasi Experimental Design dengan rancangan OneGroup Pre test -Post test Design. Berdasarkan analisis data dilakukan uji normalitas diketahui bahwa databerdistribusi normal (p&lt;0,05), sehingga untuk melihat adanya efektivitas atau tidak maka digunakan uji paired t-test. Hasil uji paired t-test berdasarkan tabel 4.7 menunjukkan nilai signifikansi Asymp.sig. (2-tailed) = 0,000(&lt;0,05). Nilai signifikansi &lt;0.05 menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan antara sebelum dansesudah diberikan senam dismenore dan kompres hangat terhadap penurunan tingkat nyeri haid. Dengandemikian dapat disimpulkan bahwa terapi senam dismenore dan kompres hangat berpengaruh secara signifikanTerhadap Penurunan Tingkat Nyeri Haid Pada mahasiswa kebidanan politeknik tiara bunda Tahun 2026.