Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

SOSIALISASI DAN PENDAMPINGAN PENGADAAN AIR BERSIH DI DESA SRIWIJAYA KABUPATEN ACEH TAMIANG PASCA BANJIR Rena Arifah; Riza Ria Wirasari; Zahrul Ulum; Risky Fajar Sundari
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 Tahun 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i1.56263

Abstract

Bencana alam merupakan fenomena yang tidak dapat dihindari dan sering menimbulkan dampak signifikan terhadap kehidupan sosial, ekonomi, serta lingkungan masyarakat. Indonesia sebagai negara kepulauan dengan kondisi geografis yang kompleks, sangat rentan terhadap bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem. Desa Sriwijaya merupakan desa yang terkena dampak banjir besar yang terjadi pada bulan November 2025, yang mengakibatkan sumberr air bersih di desa tersebut sangat minim sekali.Metode pelaksanaan mencakup sosialisasi, pelatihan, penerapan teknologi, pendampingan, evaluasi dan keberlanjutan program terkait kegiatan penyuluhan, pelatihan dan pendampingan tentang pembuatan sumur bor sebagai kebutuhan pokok yang dibutuhkan masyarakat desa pasca banjir. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat meningkatkan wawasan dan pengetahuan masyarakat desa mengenai pentingnya air bersih dan pemberian mesin sumur bor untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat desa Sriwijaya Kabupaten Aceh Tamiang
Peningkatan Efisiensi Ekonomi Bengkel Melalui Pelatihan Pemasangan Ban Tubeless Bagi Pemuda Produktif Di Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Supriono Supriono; Risky Fajar Sundari; Zulfan Zulfan; Rizki Pangidoan Lubis; Nur Asyiah Siregar
JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi Vol. 5 No. 1 (2026): JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jaliye.v5i1.1307

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi ekonomi bengkel melalui pelatihan pemasangan ban tubeless bagi pemuda produktif di Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan. Permasalahan yang dihadapi oleh bengkel tradisional di desa ini adalah kurangnya keterampilan teknis yang sesuai dengan perkembangan teknologi otomotif, sehingga pelayanan yang diberikan belum mampu bersaing dengan bengkel modern. Pelatihan dilakukan dengan metode partisipatif, di mana peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai karakteristik ban tubeless, peralatan, dan prosedur pemasangan, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam praktik bongkar pasang, pengecekan kebocoran, hingga penanganan darurat. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan teknis dan keterampilan praktis peserta, yang berdampak pada efisiensi waktu dan biaya perbaikan di bengkel. Selain itu, pelatihan membuka peluang usaha baru, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa melalui peningkatan kesempatan kerja dan kemandirian pemuda. Kegiatan ini membuktikan bahwa program pelatihan berbasis kebutuhan lokal dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. ABSTRACT This community service program aimed to improve the economic efficiency of local workshops through tubeless tire installation training for productive youth in Bandar Khalipah Village, Percut Sei Tuan District. The main problem faced by traditional workshops in this area is the lack of technical skills adapted to automotive technology developments, resulting in services that cannot fully compete with modern workshops. The training was conducted using a participatory approach, where participants not only received theoretical knowledge about the characteristics of tubeless tires, tools, and installation procedures, but were also actively involved in hands-on practice, including tire mounting and dismounting, leakage detection, and emergency handling. The results revealed a significant improvement in participants’ technical knowledge and practical skills, which contributed to reduced repair time and material efficiency in workshops. Moreover, the training created new entrepreneurial opportunities, enhanced consumer trust, and contributed to the village’s economic growth by increasing job opportunities and promoting youth self-reliance. This program demonstrates that locally oriented training can serve as a sustainable community empowerment strategy.