Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

PEMIKIRAN MUHAMMAD ATHIYAH AL-ABRASYI TENTANG PENDIDIKAN ISLAM Miftahus Sa’diyah; Khairul Anwar; Nur Asyiah Siregar
ANSIRU PAI : Pengembangan Profesi Guru Pendidikan Agama Islam Vol 6, No 2 (2022): JURNAL ANSIRU PAI
Publisher : Universitas Islam Negeri Sumatera Utara Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30821/ansiru.v6i2.17201

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pemikiran Muhammad Athiyah Al-Abrasyi tentang Pendidikan Islam dan relevansi pemikiran Muhammad Athiyah Al-Abrasyi tentang Pendidikan Islam dengan pendidikan Era Modern masa kini, Penelitian ini menggunakan jenis penelitian kualitatif. Penelitian ini dilakukan melalui Penelitian Pustaka (Library Research), digunakan untuk memecahkan problem yang bersifat konseptual-teoritis, baik tentang tokoh pendidikan ataupun konsep pendidikan. Penelitian ini  memiliki 2 sumber data penelitian, yaitu sumber data primer dan sumber data sekunder. Metode penelitian ini menggunakan metode induksi, deduksi dan keseimbangan historis. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pendidikan dalam Islam menurut Muhammad Athiyah Al-Abrasyi serta relevansinya terhadap pendidikan era modern masa kini. Pemikiran Muhammad Athiyah Al-Abrasyi tentang pendidikan Islam menunjukkan bahwa pendidikan Islam merupakan sesuatu yang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat. Hal itu, menjadikan pendidikan akhlak sebagai tujuan pendidikan Islam tertinggi, karena untuk menjadikan anak didik yang memiliki jiwa dan akhlak yang baik, selalu berfikiran positif, lembut perasaannya, manis tutur katanya baik lisan ataupun dengan tulisan. Pendidikan Islam menurut pemikiran Muhammad Athiyah Al-Abrasyi dengan pendidikan di era modern masa kini belum relevan, karena pendidikan Islam idealisnya tidak sesuai dengan realitanya, terdapat kesenjangan antara umum dengan agama. Terdapat perbedaan antara pemikiran Muhammad Athiyah Al-Abrasyi dengan pendidikan modern masa kini. Menurut Muhammad Athiyah Al-Abrasyi pendidikan Islam merupakan sesuatu hal yang sangat penting dalam kehidupan bermasyarakat, pendidikan Islam juga sangat berpengaruh pada proses pembentukan moral ataupun etika. Sedangkan pendidikan di masa kini masih kurangnya Moral dan Etika terhadap orang yang lebih tua, sebaya, dan lingkungan sekitar, sehingga banyak terjadi permasalahan yang menjadi pemicunya.
HUBUNGAN ANTARA PRETEST DAN POSTEST DENGAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS VII B DI MTS ALWASHLIYAH PANTAI CERMIN Nur Asyiah Siregar; Nikmah Royani Harahap; Hotni Sari Harahap
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol 7, No 1 (2023): EDUNOMIKA : Vol. 07, No. 01, 2023
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v7i1.8307

Abstract

Evaluasi pembelajaran merupakan salah satu indikator penting untuk mencapai tujuan pendidikan adalah proses evaluasi, baik terhadap proses maupun hasil pembelajaran. Evaluasi dapat mendorong guru untuk lebih meningkatkan kualitas proses pembelajaran serta dapat mengukur kemampuan dan hasil belajar siswa. Sehubungan dengan hal tersebut, maka di dalam pembelajaran dibutuhkan guru yang tidak hanya mampu mengajar dengan baik tetapi juga mampu melakukan evaluasi dengan baik, kegiatan evaluasi sebagai bagian dari program pembelajaran perlu lebih dioptimalkan. Tes diberikan berdasarkan anggapan bahwa setiap orang atau siswa memiliki kemampuan belajar berbeda-beda. Dengan demikian guru yang berperan sebagai evaluator tidak ragu-ragu dalam melakukan kegiatan evaluasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif, dengan pendekatan menggunakan studi korelasi yaitu menghubungkan antara variabel independen dengan variabel dependen, sehingga koefisien relasi menunjukkan kekuatan hubungan antara variabel. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling yaitu teknik pengambilan anggota sampel populasi dilakukan dengan pertimbangan tertentu yang dipandang dapat memberikan data secara maksimal. Teknik pengumuplan data menggunakan teknik, observasi, angket dan dokumentasi, sedangkan, analisis data dilakukan dengan menggunakan persamaan regresi Y = a + bX sebagai alat untuk menyimpulkan penelitian maka masih harus diuji signifikansinya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara pretest dan postest denganhasil belajar siswa dengan dibuktikan perhitungan dari variabel tersebut didapat r = 0,215 dan bernilai positif sebesar 0,6963 sehingga ada pengaruh pemberian pre- test dan post- test terhadap hasil belajar. Hal ini berarti, meningkatnya hasil belajar aqidah akhlak dipengaruhi oleh pemberian pre tes dan post tes. Besarnya pengaruh ditentukan oleh koefisien determinasi r2= 0,429 atau sebesar 42,9%. Hasil ini menunjukkan bahwa meningkatnya hasil belajar sebesar 42,9%. Dengan taraf signifikansi 5% dengan n = 41, rtabel = 3,28 sedangkan rhitung = 42,9. Jika rhitung > rtabel maka 42,9 > 0,320. Kata kunci : Pretest, Postest, Hasil Belajar
Peningkatan Efisiensi Ekonomi Bengkel Melalui Pelatihan Pemasangan Ban Tubeless Bagi Pemuda Produktif Di Desa Bandar Khalipah Kecamatan Percut Sei Tuan Supriono Supriono; Risky Fajar Sundari; Zulfan Zulfan; Rizki Pangidoan Lubis; Nur Asyiah Siregar
JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi Vol. 5 No. 1 (2026): JALIYE: Jurnal Abdimas, Loyalitas, dan Edukasi
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan UNIVA Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/jaliye.v5i1.1307

Abstract

ABSTRAK Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan efisiensi ekonomi bengkel melalui pelatihan pemasangan ban tubeless bagi pemuda produktif di Desa Bandar Khalipah, Kecamatan Percut Sei Tuan. Permasalahan yang dihadapi oleh bengkel tradisional di desa ini adalah kurangnya keterampilan teknis yang sesuai dengan perkembangan teknologi otomotif, sehingga pelayanan yang diberikan belum mampu bersaing dengan bengkel modern. Pelatihan dilakukan dengan metode partisipatif, di mana peserta tidak hanya memperoleh pemahaman teoritis mengenai karakteristik ban tubeless, peralatan, dan prosedur pemasangan, tetapi juga dilibatkan secara langsung dalam praktik bongkar pasang, pengecekan kebocoran, hingga penanganan darurat. Hasil pelatihan menunjukkan adanya peningkatan signifikan dalam pengetahuan teknis dan keterampilan praktis peserta, yang berdampak pada efisiensi waktu dan biaya perbaikan di bengkel. Selain itu, pelatihan membuka peluang usaha baru, meningkatkan kepercayaan konsumen, serta memberikan kontribusi terhadap pertumbuhan ekonomi desa melalui peningkatan kesempatan kerja dan kemandirian pemuda. Kegiatan ini membuktikan bahwa program pelatihan berbasis kebutuhan lokal dapat menjadi strategi pemberdayaan masyarakat yang berkelanjutan. ABSTRACT This community service program aimed to improve the economic efficiency of local workshops through tubeless tire installation training for productive youth in Bandar Khalipah Village, Percut Sei Tuan District. The main problem faced by traditional workshops in this area is the lack of technical skills adapted to automotive technology developments, resulting in services that cannot fully compete with modern workshops. The training was conducted using a participatory approach, where participants not only received theoretical knowledge about the characteristics of tubeless tires, tools, and installation procedures, but were also actively involved in hands-on practice, including tire mounting and dismounting, leakage detection, and emergency handling. The results revealed a significant improvement in participants’ technical knowledge and practical skills, which contributed to reduced repair time and material efficiency in workshops. Moreover, the training created new entrepreneurial opportunities, enhanced consumer trust, and contributed to the village’s economic growth by increasing job opportunities and promoting youth self-reliance. This program demonstrates that locally oriented training can serve as a sustainable community empowerment strategy.
Pengaruh Pendidikan Multikultural terhadap Sikap Toleransi Mahasiswa dengan Pemahaman Pluralisme sebagai Variabel Mediasi Nur Asyiah Siregar; Hotni Sari Harahap
HIBRUL ULAMA Vol. 8 No. 1 (2026): Jurnal Hibrul Ulama
Publisher : Fakultas Agama Islam Universitas Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47662/hibrululama.v8i1.1354

Abstract

Students' tolerance remains a challenge in higher education institutions despite the diverse religious, ethnic, cultural, and social backgrounds of the academic community. This study aims to examine the effect of multicultural education on students' tolerance attitudes, the effect of multicultural education on pluralism understanding, the effect of pluralism understanding on tolerance attitudes, and the mediating role of pluralism understanding in the relationship between multicultural education and tolerance attitudes. A quantitative approach with an explanatory survey design was employed. The sample consisted of 76 students from Universitas Alwashliyah selected through proportionate stratified random sampling. Data were collected using questionnaires and analyzed through Structural Equation Modeling–Partial Least Squares (SEM-PLS) with SmartPLS 4. The findings reveal that multicultural education has a positive and significant effect on pluralism understanding (?=0.911; t=39.749) and tolerance attitudes (?=0.539; t=2.795). Pluralism understanding also has a positive and significant effect on tolerance attitudes (?=0.392; t=2.161) and partially mediates the relationship between multicultural education and tolerance attitudes (?=0.357; t=2.096). It can be concluded that strengthening multicultural education accompanied by enhanced pluralism understanding plays an important role in fostering students' tolerance in higher education.