Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

OPTIMALISASI PENCEGAHAN DAN PENGENDALIAN INFEKSI TB MELALUI LAYANAN FAST TRACK DI KLINIK TB DOTS RSUD SIMPANG LIMA GUMUL KABUPATEN KEDIRI Joko Prasety; Raden Suwargo; Ristiana Prafitasari; RR Dwi Listyorini; Siti Rahmah; Tina Darmastuti; Winarti Winarti
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.56829

Abstract

Tuberkulosis (TB) masih menjadi masalah kesehatan global dengan risiko penularan tinggi di fasilitas pelayanan kesehatan, khususnya pada area rawat jalan rumah sakit. Organisasi Kesehatan Dunia melaporkan lebih dari 10 juta kasus TB terjadi setiap tahun di dunia, dan Indonesia termasuk negara dengan beban TB tertinggi. Penularan TB di fasilitas kesehatan sering terjadi akibat lamanya waktu tunggu pasien serta kontak yang intens antara pasien TB dengan pasien lain maupun tenaga kesehatan. Oleh karena itu, diperlukan strategi pengendalian infeksi yang efektif untuk meminimalkan risiko penularan di fasilitas pelayanan kesehatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan pencegahan dan pengendalian infeksi TB melalui penerapan layanan fast track di Klinik TB DOTS RSUD Simpang Lima Gumul Kediri. Metode kegiatan dilakukan melalui sosialisasi, penyuluhan, serta diskusi interaktif kepada petugas lintas unit pelayanan yang terlibat dalam alur pelayanan pasien TB. Evaluasi kegiatan menggunakan metode pre-test dan post-test untuk menilai peningkatan pemahaman peserta mengenai skrining TB dan penerapan layanan fast track. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan nilai pemahaman peserta dari 70% pada pre-test menjadi 96,67% pada post-test. Selain itu, kegiatan ini meningkatkan pemahaman petugas mengenai implementasi layanan fast track sebagai bagian dari pengendalian administratif dalam pencegahan infeksi TB. Penerapan layanan ini dinilai efektif dalam memperpendek waktu kontak pasien TB serta meningkatkan keselamatan pasien dan tenaga kesehatan di rumah sakit.