Nani Yunita
Institut Agama Islam Abuya Salek Sarolangun

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

CREATIVE WASTE LEARNING : PELATIHAN OPTIMALISASI LIMBAH RUMAH TANGGA UNTUK MENDORONG KREATIVITAS ANAK Risma Chulashotud Diana; Nor Ainun; Erika Lidia Anggun; Nadila Pratiska; Nani Yunita; Nuriza Islamia; Widya Widya
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 7 No. 2 (2026): Vol. 7 No. 2 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/cdj.v7i2.57328

Abstract

Rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengelolaan limbah rumah tangga serta terbatasnya kegiatan edukatif yang mampu mengembangkan kreativitas anak menjadi permasalahan utama di Desa Kampung Tujuh. Kondisi ini berdampak pada kebersihan lingkungan serta kurang optimalnya pengembangan potensi anak sebagai generasi penerus. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kreativitas anak sekaligus menumbuhkan kesadaran lingkungan melalui pemanfaatan limbah rumah tangga sebagai media pembelajaran kreatif. Mitra sasaran dalam kegiatan ini adalah anak-anak Desa Kampung Tujuh dengan melibatkan masyarakat dan perangkat desa, dengan jumlah peserta sekitar 25 anak. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, praktik langsung, pendampingan, dan evaluasi dengan pendekatan belajar sambil bermain. Kegiatan diawali dengan pemberian pemahaman mengenai jenis dan dampak limbah, dilanjutkan dengan pengumpulan dan pemilahan sampah, serta praktik pembuatan berbagai karya kreatif seperti tempat pensil, celengan, dan hiasan dari bahan bekas. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kreativitas anak yang terlihat dari kemampuan menghasilkan karya secara mandiri dan inovatif. Selain itu, terjadi peningkatan kesadaran anak dan masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan lingkungan serta pengelolaan sampah yang lebih baik. Kegiatan ini juga membentuk sikap peduli lingkungan dan kebiasaan positif pada anak sejak dini sehingga berpotensi memberikan dampak berkelanjutan bagi masyarakat desa.