Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk mengkaji serta membuktikan sejauh mana pengetahuan kerja, kemampuan kerja, dan disiplin kerja berperan dalam memengaruhi tingkat kinerja karyawan pada PT Pegadaian Cabang Binjai. Penelitian dilakukan pada tahun 2026 dengan melibatkan seluruh karyawan yang berjumlah 46 orang sebagai responden penelitian. Seluruh anggota populasi tersebut dijadikan sampel melalui penerapan teknik sampling jenuh. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini bersifat kuantitatif dengan memanfaatkan data primer yang diperoleh secara langsung melalui penyebaran kuesioner kepada responden. Data yang terkumpul dianalisis dengan SPSS melalui metode regresi linear berganda. Hasil analisis menunjukkan bahwa variabel pengetahuan kerja, kemampuan kerja, dan disiplin kerja secara individual maupun simultan terbukti memberikan pengaruh yang positif serta signifikan terhadap peningkatan kinerja karyawan. Variabel pengetahuan kerja memperoleh koefisien regresi sebesar 0,329 dengan nilai thitung 3,064 dan tingkat signifikansi 0,004. Sementara itu, kemampuan kerja menghasilkan nilai regresi sebesar 0,440 dengan thitung sebesar 3,180 serta signifikansi 0,003. Adapun disiplin kerja menunjukkan koefisien regresi sebesar 0,369 dengan nilai thitung 2,653 dan tingkat signifikansi 0,011. Berdasarkan pengujian simultan, diperoleh nilai Fhitung sebesar 168,671 dengan tingkat signifikansi 0,000, di mana nilai tersebut terbukti lebih tinggi dibandingkan Ftabel sebesar 2,827. Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa seluruh hipotesis yang diajukan dalam penelitian dapat diterima karena memenuhi ketentuan pengujian statistik, yakni nilai signifikansi berada di bawah batas 0,05. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa kemampuan kerja menjadi variabel yang paling dominan dalam memengaruhi kinerja karyawan koefisien beta yang lebih tinggi dibandingkan variabel lainnya. Nilai koefisien determinasi menunjukkan bahwa sebesar 91,8% variasi kinerja karyawan mampu dijelaskan oleh kombinasi variabel pengetahuan kerja, kemampuan kerja, dan disiplin kerja, sedangkan sisanya dipengaruhi oleh faktor-faktor lain yang tidak dimasukkan ke dalam model penelitian. Tingginya keterkaitan antarvariabel juga tercermin dari nilai koefisien korelasi sebesar 0,961 yang mengindikasikan adanya hubungan yang sangat kuat antara ketiga variabel bebas dengan kinerja karyawan.