Djoko Priambodo
Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Efektivitas Pelatihan Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran terhadap Peningkatan Kesiapsiagaan Masyarakat Deni Priansyah; Guritno; Achmad Muhyidin Arifai; Soma Ariyaka; Djoko Priambodo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (Januari - Maret 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v4i1.1835

Abstract

Kebakaran merupakan salah satu risiko bencana yang sering terjadi di kawasan permukiman perkotaan padat, termasuk lingkungan kampus yang memiliki aktivitas tinggi dan fasilitas berisiko. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan masyarakat yang memadai untuk meminimalkan dampak kebakaran. Penelitian ini bertujuan menganalisis efektivitas pelatihan pencegahan dan penanggulangan kebakaran berbasis partisipasi dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat di lingkungan Kampus Institut Transportasi dan Logistik (ITL) Trisakti. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one-group pre-test-post-test. Pelatihan dilaksanakan secara interaktif melalui penyampaian materi, demonstrasi, dan praktik langsung yang mencakup penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR), penanganan kebocoran gas LPG, serta simulasi pemadaman api skala kecil. Sebanyak 20 peserta mengikuti seluruh rangkaian kegiatan secara aktif. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan yang signifikan pada aspek pengetahuan, sikap, dan keterampilan dengan rata-rata kenaikan skor sebesar 104,2%. Uji paired-sample t-test menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001, yang menegaskan adanya perbedaan bermakna sebelum dan sesudah pelatihan. Temuan ini membuktikan bahwa pelatihan berbasis partisipasi efektif dalam meningkatkan literasi dan kesiapsiagaan keselamatan kebakaran masyarakatBerisi tentang latar belakang, tujuan, metode, hasil, dan kesimpulan.
Model Peningkatan Belajar Asimetris dalam Pelatihan Keselamatan Kebakaran Komunitas: Analisis Berbasis Protection Motivation Theori dan Social Cognitive Theori Deni Priansyah; Achmad Muhyidin Arifai; Guritno Guritno; Soma Ariyaka; Djoko Priambodo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (Juli - September 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v4i3.2118

Abstract

Pelatihan keselamatan kebakaran berbasis komunitas berdurasi singkat lazim diasumsikan mampu menghasilkan perubahan perilaku melalui peningkatan pengetahuan. Namun, literatur menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan perilaku tidak bersifat linier, dan mekanisme psikologis yang memediasi transfer tersebut belum banyak dieksplorasi dalam konteks komunitas perkotaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola peningkatan asimetris antardomain pengetahuan, sikap, dan keterampilan menggunakan kerangka Protection Motivation Theory (PMT) dan Social Cognitive Theory (SCT), sekaligus mengajukan Asymmetric Learning Gain Model (ALGM) sebagai model diagnostik orisinal. Desain pre-test–post-test diterapkan pada 20 ibu rumah tangga yang mengikuti pelatihan empat jam di Jakarta. Analisis paired-sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (d=0,85; p=0,014) dan sikap (d=0,76; p=0,027), sementara keterampilan pascapelatihan mencapai M=4,02 (SD=0,23). Pola asimetris yang teramati keterampilan unggul secara absolut, sikap meningkat paling besar secara proporsional, namun pengetahuan teknis tertentu tetap rendah mencerminkan aktivasi diferensial jalur coping appraisal dibandingkan threat appraisal. ALGM mengidentifikasi kondisi di mana mastery experience berhasil membangun efikasi teknis, tetapi gagal menginternalisasikan persepsi kerentanan personal dan komitmen preventif jangka panjang. Temuan ini memiliki implikasi langsung bagi perancang program pelatihan komunitas yang mengutamakan efisiensi sesi.