Guritno Guritno
Institut Transportasi dan Logistik Trisakti, Jakarta, Indonesia

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pendampingan Kesiapan Pemanfaatan Bandar Udara Khusus Tanjung Bara untuk Melayani Kepentingan Umum Wahyudono Wahyudono; Guritno Guritno; Agus Nugroho; Fatmawati Sari; Rosa Asiga Cahya
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 4 No. 1 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (Januari - Maret 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v4i1.1869

Abstract

Keterbatasan akses layanan transportasi udara di Kabupaten Kutai Timur menjadi kendala dalam mendukung mobilitas masyarakat, pelayanan publik, dan penguatan aktivitas ekonomi daerah. Bandar Udara Khusus Tanjung Bara yang selama ini dimanfaatkan untuk kepentingan operasional industri memiliki potensi untuk dioptimalkan dalam melayani kepentingan umum secara terbatas. Kegiatan penelitian ini bertujuan memberikan pendampingan teknis dan rekomendasi kebijakan kepada pemerintah daerah dan pemangku kepentingan dalam merumuskan model pemanfaatan bandar udara yang legal, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat. Metode yang digunakan adalah pendekatan campuran (mixed methods) melalui kajian teknis-operasional umum, proyeksi permintaan penumpang, serta analisis SWOT sebagai dasar penyusunan strategi implementasi. Hasil menunjukkan bahwa optimalisasi fasilitas eksisting merupakan skenario paling realistis untuk tahap awal dengan mempertimbangkan aspek keselamatan penerbangan dan kapasitas infrastruktur. Melalui kegiatan pendampingan ini dihasilkan rekomendasi tahapan pemanfaatan bandar udara, strategi pembentukan pasar transportasi udara masyarakat, serta arah pengembangan layanan penerbangan secara bertahap. Hasil penelitian diharapkan menjadi rujukan praktis bagi pemerintah daerah dalam meningkatkan konektivitas wilayah dan pelayanan transportasi udara secara berkelanjutan di Kabupaten Kutai Timur.
Model Peningkatan Belajar Asimetris dalam Pelatihan Keselamatan Kebakaran Komunitas: Analisis Berbasis Protection Motivation Theori dan Social Cognitive Theori Deni Priansyah; Achmad Muhyidin Arifai; Guritno Guritno; Soma Ariyaka; Djoko Priambodo
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan Vol. 4 No. 3 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Penelitian Terapan (Juli - September 2026)
Publisher : Greenation Publisher & Yayasan Global Resarch National

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.38035/jpmpt.v4i3.2118

Abstract

Pelatihan keselamatan kebakaran berbasis komunitas berdurasi singkat lazim diasumsikan mampu menghasilkan perubahan perilaku melalui peningkatan pengetahuan. Namun, literatur menunjukkan bahwa hubungan pengetahuan perilaku tidak bersifat linier, dan mekanisme psikologis yang memediasi transfer tersebut belum banyak dieksplorasi dalam konteks komunitas perkotaan Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola peningkatan asimetris antardomain pengetahuan, sikap, dan keterampilan menggunakan kerangka Protection Motivation Theory (PMT) dan Social Cognitive Theory (SCT), sekaligus mengajukan Asymmetric Learning Gain Model (ALGM) sebagai model diagnostik orisinal. Desain pre-test–post-test diterapkan pada 20 ibu rumah tangga yang mengikuti pelatihan empat jam di Jakarta. Analisis paired-sample t-test menunjukkan peningkatan signifikan pada pengetahuan (d=0,85; p=0,014) dan sikap (d=0,76; p=0,027), sementara keterampilan pascapelatihan mencapai M=4,02 (SD=0,23). Pola asimetris yang teramati keterampilan unggul secara absolut, sikap meningkat paling besar secara proporsional, namun pengetahuan teknis tertentu tetap rendah mencerminkan aktivasi diferensial jalur coping appraisal dibandingkan threat appraisal. ALGM mengidentifikasi kondisi di mana mastery experience berhasil membangun efikasi teknis, tetapi gagal menginternalisasikan persepsi kerentanan personal dan komitmen preventif jangka panjang. Temuan ini memiliki implikasi langsung bagi perancang program pelatihan komunitas yang mengutamakan efisiensi sesi.