Efektivitas kerja sendiri mencerminkan sejauh mana hasil kerja aktual sesuai dengan standar dan target yang telah ditetapkan dalam proses produksi. Efektivitas kerja dalam konteks ini mengacu pada kemampuan karyawan memaksimalkan output pekerjaan sesuai standar yang ditetapkan perusahaan, baik dalam hal target luas area perawatan maupun kesesuaian dengan Rencana dan Realisasi Kerja. Pemeliharaan piringan dan gawangan pada tanaman kelapa sawit yang telah memasuki fase menghasilkan (TM) merupakan aspek penting dalam manajemen perkebunan untuk mencapai produksi optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbandingan realisasi dengan rencana kerja perawatan piringan dan gawangan di areal mineral dengan gambut. Selain itu, juga mengidentifikasi yang menjadi faktor-faktor ketidakefektifan antara rencana dan realisasi pekerjaan piringan dan gawangan khususnya di areal gambut yang dapat digunakan sebagai data evaluasi kedepannya dalam mencapai target kerja.Penelitian ini dilaksanakan dengan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa di areal mineral tergolong efektif karena realisasi pekerjaan mampu mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan. Hal tersebut terlihat dari kesesuaian antara rencana dan realisasi pada aspek luas areal, tenaga kerja, penggunaan bahan, serta biaya kerja yang mencapai 100%. Sedangkan untuk areal gambut belum berjalan efektif karena realisasi pekerjaan tidak sepenuhnya mencapai target yang telah ditetapkan perusahaan. Ketidakefektifan disebabkan kondisi lahan gambut yang memiliki karakteristik khusus, seperti tingkat kelembapan tinggi, permukaan tanah lunak, curah hujan yang tinggi, pertumbuhan gulma yang cepat, keterbatasan akses dan transportasi lapangan.