Kehamilan merupakan periode rentan terhadap masalah psikologis yang terjadi akibat perubahan fisik, hormonal, dan sosial. Sebanyak 36,52% ibu hamil di Makassar dilaporkan mengalami stres psikososial berkelanjutan, dan studi pendahuluan di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang menemukan 17 dari 152 ibu hamil (11,2%) memiliki skor EPDS lebih dari 13 yang mengindikasikan risiko gangguan psikologis. Stres prenatal yang tidak tertangani berisiko menimbulkan komplikasi obstetrik, kelahiran prematur, dan berat badan lahir rendah. Strategi koping berperan penting sebagai mekanisme adaptasi terhadap stresor kehamilan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan strategi koping dengan tingkat stres pada ibu hamil di Puskesmas Pandanwangi Kota Malang. Desain penelitian analitik korelasional dengan pendekatan cross-sectional, melibatkan 60 ibu hamil trimester I-III yang sedang memeriksakan kehamilan dan dipilih secara purposive sampling. Strategi koping diukur menggunakan Brief COPE dan tingkat stres menggunakan Revised Prenatal Distress Questionnaire (NuPDQ). Data dianalisis menggunakan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test (α = 0,05). Hasil menunjukkan 78,3% responden memiliki strategi koping sedang dan 85,0% mengalami stres ringan. Uji Chi-Square memperoleh p-value 0,802, sedangkan Fisher’s Exact Test memperoleh p-value 1,000 (p > 0,05), yang menunjukkan tidak terdapat hubungan yang bermakna antara strategi koping dengan tingkat stres. Ibu hamil disarankan untuk menerapkan strategi koping yang adaptif seperti mencari dukungan sosial, mengikuti kelas ibu hamil supaya dapat mengelola stress selama kehamilan dengan lebih baik.