Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

KEBIASAAN PENYAJIAN MAKANAN OLEH ORANG TUA DENGAN KEJADIAN PICKY EATER PADA BALITA Heppy Rina Mardiana; Ratih Kusuma Wardhani; Desy Dwi Cahyani
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 1 No. 2 (2023): July - December 2023
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ez-sci-bin.v1i2.69

Abstract

Penyajian makanan oleh orang tua, meliputi variasi menu serta pemaksaan saat anak makan dapat mempengaruhi pemenuhan nutrisi anak. Kesalahan orang tua dalam penyajian makanan dapat menyebabkan balita mengalami picky eater. Tujuan penelitian ini mengetahui hubungan kebiasaan penyajian makanan oleh orang tua dengan kejadian picky eater pada balita di Dusun Banjartengah, Desa Sumbersekar, Kecamatan Dau, Kabupaten Malang. Jenis penelitian ini merupakan Analitik observasional. Didapatkan ada hubungan penyajian makanan oleh orang tua terhadap kejadian picky eater pada balita. Saat anak mendapati suasana yang tidak menyenangkan ketika makan, dapat berdampak anak mengalami picky eater atau melakukan GTM (gerakan tutup mulut) ketika makan.
The Effect Of Giving Calcium As An Effort To Prevent Preeclampsia: A Literature Review Desy Dwi Cahyani Cahyani; Ega Ayundasari; Heppy Rina Mardiana; Sunaeni Sunaeni; Irawati Irawati; Mulyati Mulyati
An Idea Nursing Journal Vol. 2 No. 02 (2023)
Publisher : PT.Mantaya Idea Batara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53690/inj.v2i02.194

Abstract

Preeclampsia is a pregnancy disorder accompanied by hypertension and proteinuria. Efforts to prevent preeclampsia can be made with medical prevention, namely, meeting the calcium needs of pregnant women. This research aims to determine the effect of givingcalcium to prevent preeclampsia. The method used in the literature review is a systematic mapping study obtained from 3 databases, namely Pubmed, Garuda, and Google Scholar, using inclusion and exclusion criteria. Key term used in searching literature: "Calcium for prevention of preeclampsia." from 10 journals, it was found that the correct dose of calcium and timing of giving calcium to pregnant women was found and that calcium had an effect on preventing preeclampsia. Data analysis techniques use Synthesize or compare. Conclusion: Mothers are advised to consume calcium because it can lower blood pressure. By reducing blood pressure in pregnant women, calcium can prevent the occurrence of preeclampsia, especially in pregnant women who have hypertension or a history of preeclampsia.
STUDI KASUS ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA IBU HAMIL TRIMESTER I DENGAN HIPEREMESIS GRAVIDARUM DI PUSKESMAS LAWANG Ernestya Rizkiyah Laura Putri; Sheilla Tania Marcelina; Sri Rahayu; Heppy Rina Mardiana
EZRA SCIENCE BULLETIN Vol. 4 No. 1 (2026): January-June 2026
Publisher : Kirana Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58526/ezrasciencebulletin.v4i1.568

Abstract

Mual dan muntah yang berlebihan pada trimester pertama kehamilan dapat menimbulkan berbagai bahaya, baik bagi ibu maupun janin. Pada ibu, kondisi ini membawa risiko dehidrasi berat, ketidakseimbangan elektrolit, penurunan berat badan lebih dari 5% dari berat awal, gangguan metabolik seperti ketosis, dan gangguan fungsi organ seperti hati dan ginjal. Selain itu, hiperemesis gravidarum juga dapat memicu gangguan psikologis seperti stres, kecemasan, dan depresi. Dampak pada janin meliputi risiko berat badan lahir rendah (BBLR), hambatan pertumbuhan janin dalam rahim (IUGR), kelahiran prematur, keguguran, dan kemungkinan malformasi jika terjadi kekurangan nutrisi pada awal kehamilan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan asuhan kebidanan komprehensif pada ibu hamil dengan gejala hiperemesis gravidarum (HEG) di Puskesmas Lawang. Penelitian ini menggunakan desain studi kasus deskriptif dengan pendekatan manajemen kebidanan 7 langkah Varney, mulai dari pengkajian hingga evaluasi. Subjek penelitian adalah Ny. N, usia 25 tahun, usia kehamilan 8–9 minggu, dengan skor PUQE 10 (kategori sedang), muntah >9 kali/hari, dan penurunan berat badan dari 55 kg menjadi 51 kg (sekitar 7,3%). Intervensi yang diberikan meliputi edukasi, modifikasi diet, istirahat, pemberian vitamin B6 dan antihistamin, serta dukungan psikologis. Evaluasi dilakukan selama 10 hari dengan memantau skor PUQE, berat badan, dan tanda-tanda dehidrasi. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbaikan klinis, termasuk penurunan frekuensi muntah menjadi ≤3 kali/hari, penurunan skor PUQE menjadi 5 (kategori ringan), kenaikan berat badan sebesar 1,5 kg, dan urine bebas keton.