Hamka
Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH REGULASI EMOSI TERHADAP AGRESIVITAS PADA SUPORTER SEPAK BOLA DALAM KOMPETISI BRI LIGA 1 Aan Kusuma Wardani; Hamka; Alfiza Fakhriya Haq
Journal of Research and Public Horizons Vol. 2 No. 1 (2026): Juni 2026: Journal of Research and Public Horizons
Publisher : PT. Lembaga Penerbit Penelitian Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65244/jrph.v2i1.593

Abstract

Agresivitas suporter sepak bola masih menjadi fenomena yang sering terjadi dalam kompetisi BRI Liga 1 dan berdampak pada keamanan serta kenyamanan lingkungan pertandingan. Salah satu faktor psikologis yang diduga berperan dalam menekan perilaku agresif adalah regulasi emosi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh regulasi emosi terhadap agresivitas pada suporter sepak bola dalam kompetisi BRI Liga 1. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan subyek sebanyak 400 suporter sepak bola yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan adalah Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) untuk mengukur regulasi emosi dan Buss & Perry Aggression Questionnaire (BPAQ) untuk mengukur agresivitas. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Analisis regresi linier sederhana menunjukan bahwa regulasi emosi berpengaruh signifikan terhadap agresivitas d pada suporter sepak bola (F = 24,455; p < 0,000), dengan nilai R2 sebesar 0,058 mengindikasikan bahwa regulasi emosi memberikan kontribusi sebesar 5,8% sementara 94,2% lainya di pengaruhi oleh faktor lain. Temuan ini menunjukan bahwa semakin baik regulasi emosi, maka semakin rendah tingkat agresivitas yang ditunjukan oleh suporter. Penelitian ini menegaskan pentingnya regulasi emosi sebagai faktor psikologis dalam upaya menekan perilaku agresif dan menciptakan atsmofer pertandingan yang lebih aman dan kondusif.
Family Counselling Model Based on 3S Values (Sipakatau, Sipakainge, and Sipakalebbi) for Strengthening Positive Character in Junior High School Students Masdar Bahari; Harmita Sari; Hamka
Jurnal Kependidikan : Jurnal Hasil Penelitian dan Kajian Kepustakaan di Bidang Pendidikan, Pengajaran, dan Pembelajaran Vol. 12 No. 2 (2026): June
Publisher : LPPM Universitas Pendidikan Mandalika

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/jk.v12i2.20005

Abstract

This study aims to explore the integration of Luwu’s local wisdom values, namely Sipakatau, Sipakainge, and Sipakalebbi (3S), into family counselling as a strategy for strengthening the positive character of junior high school students. The study employed an exploratory qualitative descriptive approach to investigate parents’ experiences and perspectives regarding the implementation of these values in family life. The research participants consisted of parents of junior high school students from a junior high school in Palopo City, South Sulawesi, Indonesia, who were selected through purposive sampling. Data were collected through in-depth interviews and analyzed using thematic analysis techniques. The results showed that the values of Sipakatau, Sipakainge, and Sipakalebbi had been internalized and consistently applied within families through daily interactions. Parents emphasized the importance of mutual respect, guidance, and openness to feedback as key strategies in shaping children’s behavior. The integration of these values contributed to improving the quality of communication within the family and supported the development of positive character traits among students, such as politeness, empathy, responsibility, openness, and emotional control. Despite challenges, including parental workload and external environmental influences, these values remain relevant in the context of contemporary family life. These findings indicate that integrating Luwu’s local wisdom values into family counselling represents a culturally grounded approach that is effective in strengthening character education and optimizing the role of families in student development.