Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Strategi Pedagogis Guru PAI dalam Penguatan Integritas Akademik Siswa Pada Penugasan di Era Kecerdasan Artificial Zahroul Firdausy; Barikatul Hikmah; Eka Wulandari; Surawan Surawan
IHSAN : Jurnal Pendidikan Islam Vol. 4 No. 3 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/ihsan.v4i3.5115

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI) dalam dunia pendidikan memberikan kemudahan bagi siswa dalam mengakses informasi dan menyelesaikan berbagai tugas pembelajaran. Namun, kemudahan tersebut juga menghadirkan tantangan baru terkait dengan integritas akademik, khususnya dalam praktik kejujuran siswa dalam menyelesaikan penugasan. Dalam konteks ini, guru memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran etis serta membimbing siswa agar mampu memanfaatkan teknologi secara bertanggung jawab. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis strategi pedagogis guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam memperkuat integritas akademik siswa pada penugasan di era kecerdasan artifisial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus yang dilakukan di MA Raudhatul Jannah. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru PAI, serta dokumentasi proses pembelajaran dan penugasan siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan integritas akademik dilakukan melalui beberapa strategi pedagogis, antara lain penanaman nilai kejujuran dalam pembelajaran, pemberian pemahaman mengenai etika penggunaan teknologi, pengembangan desain penugasan yang menekankan refleksi dan orisinalitas siswa, serta pendampingan dan pengawasan dalam proses pengerjaan tugas. Strategi tersebut berkontribusi dalam membangun kesadaran siswa untuk menjaga kejujuran akademik sekaligus menggunakan teknologi secara etis dalam proses pembelajaran. Penelitian ini menegaskan bahwa penguatan integritas akademik di era AI tidak hanya bergantung pada regulasi institusi pendidikan, tetapi juga pada strategi pedagogis guru dalam menanamkan nilai-nilai moral dan etika kepada siswa.
Internalisasi Nilai Keagamaan dalam Menumbuhkan Kesadaran Beragama di Kalangan Remaja di MA Raudhatul Jannah Palangka Raya Barikatul Hikmah; Musytari Lildia; Zahroul Firdausy; Eka Wulandari; Surawan Surawan
Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial, Hukum & Politik Vol 4 No 4 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/alz.v4i4.7297

Abstract

Perkembangan sosial dan kemajuan teknologi pada era modern membawa berbagai perubahan dalam kehidupan remaja, termasuk dalam cara mereka memahami dan menjalankan nilai-nilai keagamaan. Remaja sebagai kelompok usia yang berada pada tahap pencarian jati diri sering menghadapi berbagai pengaruh dari lingkungan sosial, pergaulan, maupun media digital yang dapat memengaruhi sikap dan perilaku keberagamaan mereka. Dalam kondisi tersebut, proses internalisasi nilai-nilai keagamaan menjadi sangat penting sebagai upaya untuk menanamkan pemahaman, kesadaran, serta penghayatan terhadap ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari. Internalisasi nilai keagamaan tidak hanya berkaitan dengan penyampaian pengetahuan agama, tetapi juga mencakup proses pembentukan sikap, kebiasaan, dan perilaku religius yang dilakukan secara berkelanjutan melalui berbagai kegiatan pembinaan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses internalisasi nilai keagamaan dalam menumbuhkan kesadaran beragama di kalangan remaja serta mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi proses tersebut. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian studi kasus. Data penelitian diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi yang dilakukan terhadap remaja serta pihak-pihak yang terlibat dalam pembinaan keagamaan. Data yang terkumpul kemudian dianalisis melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa internalisasi nilai keagamaan dapat dilakukan melalui berbagai cara, seperti pembiasaan kegiatan keagamaan, pemberian keteladanan oleh guru dan orang tua, serta pembinaan dan bimbingan yang dilakukan secara berkelanjutan. Proses tersebut berkontribusi dalam meningkatkan pemahaman ajaran agama, menumbuhkan kesadaran dalam menjalankan ibadah, serta membentuk sikap dan perilaku religius pada remaja dalam kehidupan sehari-hari