Globalisasi digital memberikan dampak signifikan terhadap pembentukan karakter peserta didik melalui meningkatnya paparan media sosial dan kecerdasan buatan, sementara implementasi Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) masih menghadapi berbagai tantangan seperti keterbatasan kesiapan guru, rendahnya literasi digital, dan kesenjangan fasilitas pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan sistemik dalam pelaksanaan P5 serta merumuskan strategi adaptif dalam penguatan pendidikan karakter menuju Indonesia Emas 2045. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur. Data diperoleh dari 35 artikel ilmiah terbitan 2023–2026, dokumen kebijakan Kurikulum Merdeka, serta laporan lembaga nasional dan internasional seperti Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi serta UNICEF. Analisis data dilakukan melalui teknik coding tematik dan sintesis konseptual untuk mengidentifikasi hambatan utama serta peluang inovasi dalam implementasi P5. Hasil kajian menunjukkan bahwa implementasi P5 menghadapi tantangan yang saling berkaitan, seperti dominasi penggunaan media digital oleh peserta didik dibandingkan aktivitas belajar terstruktur, keterbatasan literasi keamanan digital, serta meningkatnya risiko pelanggaran integritas akademik. Strategi yang diidentifikasi meliputi digitalisasi modul berbasis platform gratis, pemanfaatan kecerdasan buatan untuk efisiensi kerja guru, triangulasi komunitas dalam pengawasan pembelajaran, gamifikasi berbasis budaya lokal-global, serta penguatan integritas digital sebagai perluasan pendidikan karakter. Penelitian ini memberikan kontribusi konseptual bagi pengembangan strategi P5 yang lebih adaptif dan kontekstual.