Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pentingnya penggunaan media pembelajaran yang mampu menciptakan suasana belajar yang aktif, menarik, dan bermakna bagi peserta didik sekolah dasar. Dalam pembelajaran IPAS, penggunaan media yang kurang variatif menyebabkan peserta didik cenderung pasif dan kurang tertarik dalam mengikuti pembelajaran. Salah satu media yang digunakan yaitu LKPD berbasis Canva. Adapaun masalah yang akan dibahas antara lain (1) Penggunaan LKPD berbasis canva, (2) Kendala yang dihadapi (3) Dampak penggunaan media LKPD berbasis Canva pada mata pelajaran IPAS kelas V di SD Negeri 12 Peguyangan, Denpasar Utara. Teori yang digunakan dalam penelitian ini yaitu Teori Kerucut Pengalaman yang dikemukakan oleh Edgar Dale dan Teori Fungsionalisme yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian yaitu guru kelas V dan peserta didik kelas V SD Negeri 12 Peguyangan, Denpasar Utara. Metode pengumpulan data yang digunakan meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi kepustakaan. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan teknik analisis data model Miles dan Huberman melalui tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan media LKPD berbasis Canva dilaksanakan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi pembelajaran. Dalam penggunaannya terdapat beberapa kendala, seperti kurangnya keaktifan sebagian peserta didik dalam diskusi kelompok serta keterbatasan waktu dalam pelaksanaan pembelajaran. Meskipun demikian, penggunaan media LKPD berbasis Canva memberikan dampak positif terhadap proses pembelajaran IPAS, yaitu meningkatkan keaktifan belajar, pemahaman materi, minat belajar, serta keterampilan kerja sama peserta didik. Penggunaan LKPD berbasis Canva juga mampu menciptakan pembelajaran yang lebih interaktif, tidak monoton, dan berpusat pada peserta didik.