Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Penerapan Kegiatan Kolase Berbahan Alam Untuk Meningkatkan Motorik Halus Anak 5-6 Tahun Azmi Indah Hati; Imamah
ECEJ : Early Childhood Education Journal Vol. 3 No. 02 (2026): Volume 03 Nomor 02 (Juni 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/ecej.v3i02.612

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan penerapan kegiatan kolase berbahan alam dalam meningkatkan motorik halus anak usia 5–6 tahun di TK Islam Pembangunan. Kegiatan kolase dipilih karena mampu memberikan stimulasi sensorimotor melalui penggunaan bahan alam seperti daun, bunga kering, biji-bijian, dan potongan tangkai yang memiliki berbagai bentuk dan tekstur. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan teknik pengumpulan data berupa observasi dan dokumentasi. Observasi difokuskan pada kemampuan anak dalam memegang, memanipulasi, mengoleskan lem, menempel, menyusun pola, serta mengontrol tekanan jari selama kegiatan berlangsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan kolase berbahan alam mampu meningkatkan koordinasi mata–tangan, ketelitian, stabilitas gerak jari, dan kemandirian anak dalam menyelesaikan tugas. Anak juga menunjukkan kemampuan mengevaluasi hasil pekerjaannya secara mandiri serta lebih fokus selama kegiatan pembelajaran berlangsung. Selain meningkatkan motorik halus, kegiatan ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial anak, seperti kemampuan berbagi, bekerja sama, dan berkomunikasi dengan teman sebaya. Penggunaan bahan alam menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan sehingga anak lebih antusias dalam mengikuti kegiatan. Penelitian ini menegaskan bahwa kolase berbahan alam dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang efektif dan kontekstual untuk mendukung perkembangan motorik halus anak usia dini.
Implementasi Kegiatan Bermain Peran Dalam Perkembangan Sosial Emosional Anak Usia 5-6 Tahun Nadyantri Rahmadhani; Imamah
ECEJ : Early Childhood Education Journal Vol. 3 No. 02 (2026): Volume 03 Nomor 02 (Juni 2026)
Publisher : PT Ininnawa Paramacitra Edukasi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62330/ecej.v3i02.634

Abstract

Perkembangan sosial-emosional merupakan salah satu aspek penting dalam pendidikan anak usia dini karena berkaitan dengan kemampuan anak dalam berinteraksi, bekerja sama, mengelola emosi, serta menyesuaikan diri dengan lingkungan sosialnya. Namun, stimulasi perkembangan sosial-emosional pada lembaga pendidikan anak usia dini masih sering kurang optimal karena pembelajaran lebih berfokus pada aspek akademik. Salah satu kegiatan pembelajaran yang dapat digunakan untuk menstimulasi perkembangan sosial-emosional anak adalah kegiatan bermain peran. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan implementasi kegiatan bermain peran serta menganalisis pengaruhnya terhadap perkembangan sosial-emosional anak usia 5–6 tahun. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif. Subjek penelitian adalah anak usia 5–6 tahun pada salah satu lembaga pendidikan anak usia dini. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Data dianalisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan bermain peran mampu meningkatkan kemampuan anak dalam bekerja sama, mengekspresikan emosi secara tepat, menunjukkan empati, serta mematuhi aturan sederhana dalam bermain. Selain itu, kegiatan bermain peran memberikan kesempatan bagi anak untuk belajar memahami peran sosial melalui pengalaman langsung yang menyenangkan dan bermakna. Dengan demikian, kegiatan bermain peran dapat dijadikan sebagai strategi pembelajaran yang efektif dalam mengembangkan sosial-emosional anak usia dini.
Strategi Pengelolaan Kelas dengan Larangan 3 M melalui Pendekatan Komunikasi Positif pada Anak Usia Dini Epi Pebriani; Anggita Putri Umar; Imamah
DZURRIYAT : Jurnal Pendidikan Islam Anak Usia Dini Vol. 4 No. 2 (2026): 2026
Publisher : Yayasan pendidikan dzurriyatul Quran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61104/dz.v4i2.6546

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan strategi pengelolaan kelas tanpa marah, menyuruh dan melarang atau istilah ini disebut dengan kalimat larangan 3 M, Melalui pendekatan komunikasi positif kepada anak usia dini. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis deskriptif. Subjek penelitian melibatkan beberapa pihak yang berhubungan langsung dalam pembelajaran yaitu Guru dan peserta didik yang ada pada lembaga pendidikan anak usia dini ( PAUD). Tekhnik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa strategi pengelolaan kelas tanpa 3M mampu menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi anak. Guru menerapkan komunikasi positif melalui penggunaan bahasa yang lembut, ajakan yang positif, pemberian pilihan, dan pengarahan tanpa ancaman. Penerapan strategi ini memberikan dampak positif terhadap perkembangan sosial emosional anak, seperti meningkatnya rasa percaya diri, kemampuan bekerja sama, berfikir kritis, memecahkan masalah dan kedisiplinan anak. Selain itu, pendekatan komunikasi positif yang diterapkan guru membantu menciptakan ikatan emosional yang baik dengan anak, sehingga hubungan yang terjalin menjadi lebih akrab, harmonis, dan mendukung proses pembelajaran yang ramah anak. Kendala dalam penerapan strategi ini meliputi konsistensi guru dalam mengendalikan emosi dan perbedaan pola pengasuhan anak di sekolah dan di rumah. Dengan demikian, strategi pengelolaan kelas tanpa marah, menyuruh, dan melarang dapat menjadi alternatif pendekatan pembelajaran ramah anak yang efektif dalam pendidikan anak usia dini.
ANALISIS PRAKTIK PENGASUHAN ORANG TUA DALAM MENDUKUNG PERKEMBANGAN SOSIAL EMOSIONAL ANAK USIA DINI Rahmah R Aisy; Imamah
Al-ATHFAL: Jurnal Pendidikan Anak Vol. 7 No. 3 (2026): Juli
Publisher : LPPM IAD Probolinggo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46773/52hj9c07

Abstract

This study was conducted to analyze parental caregiving practices in supporting the social-emotional development of early childhood at TK Negeri 3 Banda Aceh through a case study approach. The research focused on two children with different parenting backgrounds and social experiences to understand how family communication patterns, emotional regulation, and social environments influence children’s social-emotional development. Data were collected through observation, in-depth interviews, and documentation involving parents and teachers as the primary data sources. The findings revealed that warm and responsive caregiving interactions support children’s ability to engage in social interactions, regulate emotions, and develop self-confidence. In contrast, limited communication stimulation and unstable family social environments affect children’s social adaptation abilities. However, the study also found that the school environment, teacher-child relationships, and peer interactions function as protective factors that help support children’s social-emotional development despite less optimal caregiving practices at home. These findings indicate that the quality of early childhood social-emotional development is strongly influenced by the consistency of family interaction patterns, support from the school environment, and children’s daily social experiences. This study contributes to the development of a more holistic early childhood education approach that emphasizes children’s emotional well-being.