Kakao merupakan salah satu komoditas perkebunan penting di Indonesia yang memerlukan penanganan pasca panen yang baik untuk menghasilkan mutu biji kakao yang optimal. Salah satu tahapan krusial dalam proses pasca panen adalah pengeringan biji kakao. Metode pengeringan tradisional dengan penjemuran matahari sangat bergantung pada kondisi cuaca dan membutuhkan waktu yang relatif lama, sehingga berpotensi menurunkan kualitas biji kakao. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan mesin pengering biji kakao skala kecil yang efektif, efisien, dan mudah dioperasikan oleh petani. Metode penelitian yang digunakan meliputi tahap perancangan, pembuatan, pengujian, dan analisis kinerja mesin pengering biji kakao. Mesin pengering dirancang menggunakan motor listrik berdaya 1 HP sebagai penggerak utama dan sistem pemanas berbahan bakar oli bekas sebagai sumber energi panas. Pengujian dilakukan dengan variasi suhu pengeringan 55°C, 60°C, dan 65°C pada berat biji kakao 5 kg dengan kadar air awal sebesar 50,6%. Parameter yang diamati meliputi waktu pengeringan, penurunan kadar air, dan perubahan berat biji kakao. Hasil pengujian menunjukkan bahwa mesin pengering mampu menurunkan kadar air biji kakao hingga 7% pada suhu 65°C dengan waktu pengeringan paling singkat, yaitu 150 menit. Mesin bekerja secara stabil dan menunjukkan performa yang cukup baik dalam proses pengeringan. Dengan demikian, mesin pengering biji kakao hasil pengembangan ini dinilai mampu meningkatkan efisiensi proses pengeringan serta berpotensi menjadi solusi alternatif bagi petani kakao skala kecil dalam proses pasca panen.