Irshofa Hany
UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Perilaku Bullying pada Siswa Sekolah Dasar: Analisis Berdasarkan Teori Belajar Sosial Albert Bandura Irshofa Hany; Ningsih Fadhilah
Jurnal Bimbingan dan Konseling Ar-Rahman Vol 12, No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.21820

Abstract

This study aims to describe bullying behavior among elementary school students and analyze it based on Albert Bandura’s Social Learning Theory. This research employed a qualitative approach with a case study design conducted at an elementary school involving 6 students from grades IV–VI consisting of 3 victims, 1 perpetrator, 1 victim-perpetrator, and 2 bystanders selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and documentation. Data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The data were analyzed using thematic analysis through the stages of coding, data sorting, and data grouping. The results showed that bullying behavior was dominated by verbal and social bullying, such as mocking parents’ names, physical ridicule, and social exclusion. Victims experienced sadness, anger, disappointment, and decreased comfort at school, while bystanders demonstrated empathy and attempted to help victims. Teachers had provided interventions such as advice, warnings, and punishment, but bullying behavior still recurred in several cases. The findings also indicate that bullying behavior emerged through observational learning, imitation of peer behavior, and social reinforcement from classmates who considered bullying as a joke. Based on Albert Bandura’s Social Learning Theory, bullying behavior is learned through observation, modeling, and reinforcement within the social environment. Therefore, schools need comprehensive prevention strategies through positive modeling, social-emotional learning, strengthening counseling services, and collaboration with parents._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku bullying pada siswa sekolah dasar serta menganalisis perilaku tersebut berdasarkan Teori Belajar Sosial Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilakukan di salah satu sekolah dasar dengan melibatkan 6 siswa kelas IV–VI yang terdiri atas 3 korban, 1 pelaku, 1 korban sekaligus pelaku, dan 2 saksi bullying yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik melalui tahap coding, pemilahan data, dan pengelompokan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang dominan adalah bullying verbal dan sosial, seperti ejekan nama orang tua, ejekan fisik, dan pengucilan sosial. Korban menunjukkan respon emosional negatif berupa sedih, marah, kecewa, dan tidak nyaman berada di sekolah, sedangkan saksi menunjukkan empati dan upaya menolong korban. Guru telah melakukan intervensi berupa nasihat, teguran, dan hukuman, namun pada beberapa kasus perilaku bullying masih berulang. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa perilaku bullying terbentuk melalui observational learning, peniruan perilaku teman sebaya, dan reinforcement sosial dari lingkungan yang menganggap bullying sebagai candaan. Berdasarkan Teori Belajar Sosial Albert Bandura, perilaku bullying dipelajari melalui proses observasi, modeling, dan penguatan dari lingkungan sosial. Oleh karena itu, sekolah memerlukan strategi pencegahan yang komprehensif melalui modeling positif, pendidikan sosial-emosional, penguatan layanan bimbingan dan konseling, serta kolaborasi dengan orang tua.
SIKAP ULAMA TERHADAP PENGGUNAAN CRYPTOCURRENCY DALAM MUAMALAH MODERN Irshofa Hany; Nawal Ula Sakinah; Saadiyah Fajar; Fasta Nadiatul Ilmi; Nanang Hasan Susanto
Jurnal Al-Hikmah: Jurnal Dakwah Vol 19, No 2 (2025)
Publisher : INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PONTIANAK

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24260/jhjd.v19i2.3979

Abstract

Advances in digital technology have brought about major changes in the economic system, one of which is the emergence of cryptocurrency as a form of digital asset that is increasingly being used in transactions and investment activities. This development has elicited various responses among scholars, particularly regarding the legal status of cryptocurrency use in contemporary muamalah practices. This article aims to examine the views of Islamic scholars on cryptocurrency and the fiqh arguments used in assessing its compatibility with Islamic legal principles. This research is positioned as a normative study with a qualitative approach that focuses on the analysis of Islamic law through the examination of Islamic literature and applicable regulations. The research method used is a literature study by collecting and analysing various primary sources, such as the Qur'an, hadith, and fiqh books, as well as secondary sources in the form of scientific journals, fatwas from scholars, and laws and regulations related to crypto assets in Indonesia. The discussion was conducted by describing the differences in opinion among scholars regarding the nature of cryptocurrency, both those who consider it as valuable property that can be utilised in a sharia-compliant manner and those who assess that this asset contains elements of uncertainty and speculation that have the potential to violate the principles of muamalah. In addition, this article also discusses the role of state regulation and its relevance to sharia values, as well as placing maqashid sharia as an evaluative framework for assessing the benefits and potential losses of using cryptocurrency. The results of the study show that differences in opinion among scholars focus more on the patterns of use and transaction mechanisms of cryptocurrency, rather than solely on the form of the asset itself. Therefore, its use can be considered as long as it complies with the principle of prudence and does not conflict with the main objectives of Sharia.Keyword: cryptocurrency, contemporary muamalah, Islamic law, scholars' views, maqashid shariaKemajuan teknologi digital telah membawa perubahan besar dalam sistem ekonomi, salah satunya dengan hadirnya cryptocurrency sebagai bentuk aset digital yang semakin banyak dimanfaatkan dalam transaksi dan kegiatan investasi. Perkembangan ini memunculkan beragam respons di kalangan ulama, khususnya terkait penentuan status hukum penggunaan cryptocurrency dalam praktik muamalah kontemporer. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana pandangan ulama terhadap cryptocurrency serta dasar argumentasi fikih yang digunakan dalam menilai kesesuaiannya dengan prinsip-prinsip hukum Islam. Penelitian ini diposisikan sebagai kajian normatif dengan pendekatan kualitatif yang menitikberatkan pada analisis hukum Islam melalui penelaahan literatur keislaman dan regulasi yang berlaku. Metode penelitian yang digunakan adalah studi pustaka dengan menghimpun dan menganalisis berbagai sumber primer, seperti Al-Qur’an, hadis, dan kitab fikih, serta sumber sekunder berupa jurnal ilmiah, fatwa ulama, dan peraturan perundang-undangan terkait aset kripto di Indonesia. Pembahasan dilakukan dengan menguraikan perbedaan pendapat ulama mengenai hakikat cryptocurrency, baik yang menganggapnya sebagai harta bernilai yang dapat dimanfaatkan secara syar‘i maupun yang menilai bahwa aset tersebut mengandung unsur ketidakpastian dan spekulasi yang berpotensi melanggar prinsip muamalah. Selain itu, artikel ini juga membahas peran regulasi negara dan relevansinya dengan nilai-nilai syariah, serta menempatkan maqashid syariah sebagai kerangka evaluatif untuk menilai aspek kemaslahatan dan potensi kerugian dari penggunaan cryptocurrency. Hasil kajian menunjukkan bahwa perbedaan pandangan ulama lebih berfokus pada pola pemanfaatan dan mekanisme transaksi cryptocurrency, bukan semata-mata pada bentuk asetnya, sehingga penggunaannya dapat dipertimbangkan sepanjang memenuhi prinsip kehati-hatian dan tidak bertentangan dengan tujuan utama syariah. Kata Kunci: cryptocurrency, muamalah kontemporer, hukum Islam, pandangan ulama, maqashid syariah
Implementation Of Extracurricular Dance To Develop Creativity And Self-Confidence Of Students Of Elementary School Muhammadiyah Kajen Ira Rihhadatul 'Aisy Haafidzoh; Irshofa Hany; Saadiyah Fajar; Roma Aristiyanto
Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan Vol 11 No 01 (2026): Volume 11 Nomor 1 2026
Publisher : Universitas Islam Ahmad dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47435/jpdk.v11i01.4261

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui implementasi ekstrakurikuler tari dalam mengembangkan kreativitas dan kepercayaan diri siswa di SD Muhammadiyah Kajen. Metode yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan teknik observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ekstrakurikuler tari yang dilaksanakan secara rutin dan terstruktur mampu meningkatkan kreativitas siswa melalui pembelajaran tari tradisional. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan rasa percaya diri siswa secara signifikan, terutama melalui latihan berulang dan kesempatan tampil di depan umum. Tantangan seperti kesulitan membedakan arah pada siswa kelas rendah dapat diatasi dengan metode pengajaran kreatif. Partisipasi aktif dalam lomba seni turut meningkatkan motivasi dan prestasi siswa. Kesimpulannya, ekstrakurikuler tari di SD Muhammadiyah Kajen berperan penting dalam pengembangan potensi seni, karakter, dan kepercayaan diri siswa.
Perilaku Bullying pada Siswa Sekolah Dasar: Analisis Berdasarkan Teori Belajar Sosial Albert Bandura Irshofa Hany; Ningsih Fadhilah
JURNAL BIMBINGAN DAN KONSELING AR-RAHMAN Vol 12 No 1 (2026): June
Publisher : UPT Publikasi dan Pengelolaan Jurnal Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31602/jbkr.v12i1.21820

Abstract

This study aims to describe bullying behavior among elementary school students and analyze it based on Albert Bandura’s Social Learning Theory. This research employed a qualitative approach with a case study design conducted at an elementary school involving 6 students from grades IV–VI consisting of 3 victims, 1 perpetrator, 1 victim-perpetrator, and 2 bystanders selected through purposive sampling. Data were collected through semi-structured interviews and documentation. Data validity was ensured through source triangulation, technique triangulation, and member checking. The data were analyzed using thematic analysis through the stages of coding, data sorting, and data grouping. The results showed that bullying behavior was dominated by verbal and social bullying, such as mocking parents’ names, physical ridicule, and social exclusion. Victims experienced sadness, anger, disappointment, and decreased comfort at school, while bystanders demonstrated empathy and attempted to help victims. Teachers had provided interventions such as advice, warnings, and punishment, but bullying behavior still recurred in several cases. The findings also indicate that bullying behavior emerged through observational learning, imitation of peer behavior, and social reinforcement from classmates who considered bullying as a joke. Based on Albert Bandura’s Social Learning Theory, bullying behavior is learned through observation, modeling, and reinforcement within the social environment. Therefore, schools need comprehensive prevention strategies through positive modeling, social-emotional learning, strengthening counseling services, and collaboration with parents._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perilaku bullying pada siswa sekolah dasar serta menganalisis perilaku tersebut berdasarkan Teori Belajar Sosial Albert Bandura. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus yang dilakukan di salah satu sekolah dasar dengan melibatkan 6 siswa kelas IV–VI yang terdiri atas 3 korban, 1 pelaku, 1 korban sekaligus pelaku, dan 2 saksi bullying yang dipilih secara purposive. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara semi terstruktur dan dokumentasi. Keabsahan data dilakukan melalui triangulasi sumber, triangulasi teknik, dan member checking. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik melalui tahap coding, pemilahan data, dan pengelompokan data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa bentuk bullying yang dominan adalah bullying verbal dan sosial, seperti ejekan nama orang tua, ejekan fisik, dan pengucilan sosial. Korban menunjukkan respon emosional negatif berupa sedih, marah, kecewa, dan tidak nyaman berada di sekolah, sedangkan saksi menunjukkan empati dan upaya menolong korban. Guru telah melakukan intervensi berupa nasihat, teguran, dan hukuman, namun pada beberapa kasus perilaku bullying masih berulang. Temuan penelitian juga menunjukkan bahwa perilaku bullying terbentuk melalui observational learning, peniruan perilaku teman sebaya, dan reinforcement sosial dari lingkungan yang menganggap bullying sebagai candaan. Berdasarkan Teori Belajar Sosial Albert Bandura, perilaku bullying dipelajari melalui proses observasi, modeling, dan penguatan dari lingkungan sosial. Oleh karena itu, sekolah memerlukan strategi pencegahan yang komprehensif melalui modeling positif, pendidikan sosial-emosional, penguatan layanan bimbingan dan konseling, serta kolaborasi dengan orang tua.