This study aims to investigate the correlation between academic resilience and learning discipline among eighth-grade students at SMPN 1 Pakusari. Using a quantitative approach, data were collected via questionnaires from 115 randomly selected respondents. The results of the Pearson Product Moment correlation analysis indicate a significant positive relationship between the two variables, with a correlation coefficient of 0.223. However, this relationship falls into the weak category, suggesting that while a connection exists, academic resilience is not the primary determinant of students' learning discipline. These findings provide a foundational framework for developing school counseling programs that address both constructs. Ultimately, this research is intended to assist school counselors in designing interventions tailored to student needs, thereby optimizing both academic resilience and learning discipline within the school environment._____________________________________________________________Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi akademik dan disiplin belajar pada siswa kelas VIII SMPN 1 Pakusari. Metode Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data berupa angket. Adapun jumlah responden yang dilibatkan sejumlah 115 dengan pilihan secara acak. Hasil dari Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kedua variabel dengan nilai korelasi sebesar 0,223. Namun demikian kekuatan hubungan tersebut tergolong dalam kategori lemah. Hal ini memiliki makna bahwa meskipun terdapat keterkaitan, resiliensi akademik bukan merupakan faktor utama yang mempengaruhi disiplin belajar siswa. Temuan ini dapat dijadikan dasar dalam perancangan program layanan bimbingan dan konseling yang mendukung kedua aspek tersebut. Penelitian ini diharapkan dapat membantu Guru BK dalam membuat program layanan bimbingan dan konseling yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga dapat meningkatkan resiliensi dan kedisiplinan belajar siswa di sekolah meningkat secara optimal.