Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peran Literasi Keuangan Dalam Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat ayudya purwanti
JACTA: Journal of Accounting and Tax Vol. 2 No. 2 (2024): JACTA: Journal of Accounting and Tax, January 2024
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jacta.v2i2.1053

Abstract

Literasi keuangan memiliki peran strategis dalam membentuk perilaku ekonomi yang cerdas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan jangka panjang. Dalam konteks pembangunan nasional, literasi keuangan tidak hanya mencakup kemampuan memahami produk dan layanan keuangan, tetapi juga mencakup keterampilan dalam mengelola pendapatan, menabung, berinvestasi, serta mengambil keputusan finansial yang tepat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran literasi keuangan terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya di tengah tantangan ketimpangan ekonomi dan perubahan pola konsumsi di era digital. Metode yang digunakan dalam penelitian ini bersifat deskriptif kualitatif dengan pendekatan studi literatur, menggunakan data sekunder dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia (BI), dan survei nasional terkait indeks literasi keuangan. Hasil kajian menunjukkan bahwa tingkat literasi keuangan masyarakat Indonesia masih tergolong sedang, dengan disparitas signifikan antara kelompok perkotaan dan pedesaan, serta antara laki-laki dan perempuan. Rendahnya literasi keuangan berdampak pada perilaku konsumtif, tingginya utang konsumtif, dan rendahnya partisipasi masyarakat dalam instrumen investasi produktif. Sebaliknya, masyarakat dengan tingkat literasi keuangan tinggi cenderung memiliki pengelolaan keuangan yang lebih baik, kemampuan menabung yang konsisten, serta kecenderungan untuk berinvestasi dalam sektor formal yang berdampak positif terhadap kesejahteraan ekonomi rumah tangga.
Ketimpangan Akses Pangan dan Strategi Pemerataan di Indonesia Ayudya Purwanti
JAF: Journal of Agricultural and Farming Vol. 4 No. 1 (2026): JAF: Journal of Agricultural and Farming, Maret 2026
Publisher : ASIAN PUBLISHER

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58738/jaf.v4i1.1071

Abstract

Ketimpangan akses pangan merupakan salah satu tantangan utama dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional di Indonesia. Meskipun negara ini memiliki sumber daya alam yang melimpah dan potensi pertanian yang besar, distribusi pangan yang tidak merata menyebabkan sebagian wilayah mengalami surplus, sementara daerah lain menghadapi kekurangan pangan kronis. Faktor-faktor penyebab ketimpangan ini meliputi perbedaan infrastruktur, disparitas ekonomi antarwilayah, ketimpangan pembangunan pedesaan dan perkotaan, serta lemahnya sistem logistik dan rantai pasok pangan. Selain itu, perubahan iklim dan degradasi lahan turut memperparah kondisi produksi pangan di beberapa daerah rentan. Upaya pemerataan akses pangan memerlukan strategi komprehensif yang melibatkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, sektor swasta, dan masyarakat. Strategi tersebut meliputi penguatan sistem distribusi pangan berbasis wilayah, peningkatan investasi di sektor pertanian lokal, pengembangan teknologi pertanian berkelanjutan, serta perbaikan infrastruktur transportasi dan penyimpanan pangan. Kebijakan subsidi dan insentif bagi petani kecil juga penting untuk meningkatkan produktivitas dan kemandirian pangan daerah. Selain itu, digitalisasi sistem informasi pangan dapat membantu memperkuat transparansi data dan mempercepat respon terhadap potensi krisis pangan. Dengan implementasi strategi pemerataan yang terencana dan inklusif, Indonesia dapat mengurangi kesenjangan akses pangan antarwilayah serta mewujudkan ketahanan pangan yang berkeadilan dan berkelanjutan bagi seluruh masyarakat.