Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Kampanye Sosialisasi Anti Hoaks Edukasi Literasi Digital SMA Bina Insani Pinang Ido Afriadi; Asep Sunandar
Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2026): Edisi: Mei-Juli
Publisher : Pustaka Bangsa Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pesatnya perkembangan teknologi informasi menjadikan remaja rentan terhadap paparan berita bohong atau hoaks, terutama melalui media sosial. Program Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran kritis dan keterampilan siswa SMA Bina Insani Pinang dalam menyaring informasi melalui Kampanye Sosialisasi Anti-Hoaks. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif interaktif melalui tiga tahap, yaitu sosialisasi etika digital, workshop teknik cek fakta, dan produksi konten edukasi kreatif. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kemampuan siswa dalam mengenali ciri hoaks, memverifikasi sumber informasi, menggunakan Reverse Image Search, serta memanfaatkan portal validasi berita resmi. Selain itu, pembentukan Duta Literasi Digital menjadi langkah konkret untuk menjaga ekosistem informasi yang sehat di lingkungan sekolah. Program ini tidak hanya berfungsi sebagai transfer pengetahuan, tetapi juga sebagai upaya pemberdayaan siswa agar memiliki imunitas digital, berpikir kritis, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media sosial.
Representasi Unsur Jawa dalam Film Ketika Cinta Bertasbih 1 (Analisis Semiotika Charles Sanders Peirce) Ido Afriadi; Namira Fitria; Parlin Harbet; Sanika Sembiring
Jurnal Indonesia : Manajemen Informatika dan Komunikasi Vol. 7 No. 2 (2026): Mei
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) STMIK Indonesia Banda Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63447/jimik.v7i2.1834

Abstract

This study examines Javanese cultural values found in the religious theatrical film Ketika Cinta Bertasbih 1. The research question addressed is what signs and meanings represent Javanese cultural values in the film. The approach used is semiotic analysis, focusing on symbolic meaning as the object of study. The research method applied is descriptive qualitative, which prioritizes depth of meaning over generalization of results. The data in this study consist of verbal and non-verbal texts. Verbal texts include spoken and written language, while non-verbal texts take the form of images and setting backgrounds contained in the film. Data were collected through an observation and note-taking technique, comprising: (1) watching the film, (2) recording relevant information, (3) collecting data through screenshots, (4) sorting the data, and (5) analyzing the data to draw conclusions. This study employs the semiotic framework of Charles Sanders Peirce, focusing on symbolic meaning as the unit of analysis. The findings reveal 4 images and narratives carrying symbolic meanings related to Javanese cultural elements, particularly through the use of Javanese vocabulary and settings located in Central Java.