Latar belakang: Pneumonia merupakan salah satu penyebab utama morbiditas dan mortalitas pada infeksi saluran pernapasan bawah. Terapi antibiotik menjadi pilihan utama dalam penanganan pneumonia, namun penggunaannya harus dilakukan secara rasional untuk mencegah kegagalan terapi, efek samping, dan resistensi bakteri. Oleh karena itu, evaluasi penggunaan antibiotik di rumah sakit perlu dilakukan untuk menilai kesesuaian terapi dengan pedoman pengobatan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis antibiotik yang paling banyak digunakan serta mengevaluasi kualitas penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa di Rumah Sakit Umum Embung Fatimah Kota Batam menggunakan metode Gyssens. Metode: Penelitian ini merupakan penelitian observasional retrospektif dengan menggunakan data rekam medis pasien yang memenuhi kriteria inklusi. Pengumpulan data dilakukan melalui penelusuran rekam medis pasien pneumonia dewasa yang menjalani terapi antibiotik. Analisis rasionalitas penggunaan antibiotik dilakukan menggunakan metode Gyssens. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa antibiotik yang paling banyak digunakan adalah seftriakson. Evaluasi menggunakan metode Gyssens menunjukkan bahwa sebanyak 89% penggunaan antibiotik termasuk kategori rasional (kategori 0), sedangkan 11% lainnya termasuk dalam kategori IIIb. Kesimpulan: Sebagian besar penggunaan antibiotik pada pasien pneumonia dewasa telah dilakukan secara rasional. Namun, perbaikan masih diperlukan terutama pada aspek durasi pemberian antibiotik untuk mengurangi risiko terjadinya resistensi bakteri serta meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan.