Ketersediaan air bersih masih menjadi permasalahan penting di Indonesia, terutama di wilayah dengan kondisi sanitasi yang belum memadai. Masyarakat di sekitar Danau Mawang memanfaatkan air danau untuk berbagai keperluan domestik dan ekonomi sehingga kualitas air menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Salah satu indikator pencemaran mikrobiologis pada perairan adalah keberadaan bakteri coliform yang dapat menunjukkan adanya kontaminasi dari limbah domestik maupun aktivitas manusia di sekitar perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi bakteri coliform pada air Danau Mawang serta menilai potensi danau tersebut sebagai sumber air baku bagi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengujian laboratorium terhadap kandungan bakteri coliform pada sampel air danau, serta pendekatan kualitatif melalui kajian literatur terkait kualitas air dan sumber pencemaran perairan. Analisis difokuskan pada aspek kualitas mikrobiologi sebagai dasar dalam menilai potensi pemanfaatan Danau Mawang sebagai sumber air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun 1, stasiun 2, stasiun 3, stasiun 4, dan stasiun 5 masih memenuhi standar baku mutu dengan konsentrasi coliform antara 0 CFU/100 mL – 104 CFU/100. Variasi konsentrasi Bakteri coliform ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan aktivitas manusia, seperti pembuangan limbah domestik. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang baik dan pemantauan kualitas air secara berkala untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah risiko terjadinya pencemaran di Danau Mawang.