Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

ANALISIS KONSENTRASI BAKTERI COLIFORM PADA AIR DANAU MAWANG GOWA SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH: ANALISIS KONSENTRASI BAKTERI COLIFORM PADA AIR DANAU MAWANG GOWA SEBAGAI SUMBER AIR BERSIH Nurjannah Oktorina Abdullah; ST Aisyah Humaerah; Nururrahmah
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Volume 2, No.2: Juni (2026)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51574/illea.v2i2.4861

Abstract

Ketersediaan air bersih masih menjadi permasalahan penting di Indonesia, terutama di wilayah dengan kondisi sanitasi yang belum memadai. Masyarakat di sekitar Danau Mawang memanfaatkan air danau untuk berbagai keperluan domestik dan ekonomi sehingga kualitas air menjadi faktor penting yang perlu diperhatikan. Salah satu indikator pencemaran mikrobiologis pada perairan adalah keberadaan bakteri coliform yang dapat menunjukkan adanya kontaminasi dari limbah domestik maupun aktivitas manusia di sekitar perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis konsentrasi bakteri coliform pada air Danau Mawang serta menilai potensi danau tersebut sebagai sumber air baku bagi masyarakat. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif melalui pengujian laboratorium terhadap kandungan bakteri coliform pada sampel air danau, serta pendekatan kualitatif melalui kajian literatur terkait kualitas air dan sumber pencemaran perairan. Analisis difokuskan pada aspek kualitas mikrobiologi sebagai dasar dalam menilai potensi pemanfaatan Danau Mawang sebagai sumber air bersih. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stasiun 1, stasiun 2, stasiun 3, stasiun 4, dan stasiun 5 masih memenuhi standar baku mutu dengan konsentrasi coliform antara 0 CFU/100 mL – 104 CFU/100. Variasi konsentrasi Bakteri coliform ini dipengaruhi oleh faktor lingkungan dan aktivitas manusia, seperti pembuangan limbah domestik. Hasil penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan limbah yang baik dan pemantauan kualitas air secara berkala untuk menjaga kesehatan lingkungan dan mencegah risiko terjadinya pencemaran di Danau Mawang.
ANALISIS KUALITAS AIR DANAU MAWANG GOWA SEBAGAI SUMBER AIR BAKU AIR BERSIH Nurjannah Oktorina Abdullah
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Volume 1, No.3: Oktober (2025)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Potensi sumber daya air yang ada pada Danau Mawang menarik untuk dikaji sebagai salah sumber air alternatif dalam memenuhi kebutuhan air bersih penduduk sekitarnya. Hal tersebut disebabkan adanya sifat danau untuk menetralisasi atau memperbaiki kondisi diri sendiri (self-purification) ketika pencemaran lingkungan terjadi atau dengan kata lain daya dukung lingkungan masih dalam kondisi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa potensi Danau Mawang sebagai sumber air bersih dengan pengujian kualitas air dan perhitungan volume daya tampung Danau Mawang. Dalam penelitian ini dilakukan pengujian dengan parameter pH, Total Solid Suspende (TSS), Biological Oxygen Demand (BOD), Chemical Oxygen Demand (COD), total fosfat, total nitrogen serta total coliform. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan eksperimental berupa riset pengujian kualitas air, dan kualitatif berupa riset pengembangan teori. Fokus yang diteliti berupa potensi air Danau Mawang ditinjau dari kualitas dan kuantitasnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa potensi penggunaan air baku dari Danau Mawang untuk pemenuhan kebutuhan air masyarakat disekitar lokasi Danau Mawang jika ditinjau berdasarkan hasil pengukuran kualitas dan kuantitas nya dapat digunakan sebagai sumber air baku, hal ini didasarkan pada nilai rata-rata minimum debit andalan dari Danau Mawang yaitu sebesar 35,302 Lt/detik dapat memenuhi kebutuhan air untuk jumlah penduduk sebanyak 28560 jiwa dan perlu adanya pengolahan lanjutan terkait kualitas air yang belum memenuhi baku mutu air kelas I.
Analisis Oksigen Terlarut (DO) pada Air Limbah Domestik sebagai Parameter Penilaian Kualitas Air dan Kesehatan Lingkungan ST AISYAH HUMAERAH HUMAERAH; Nurjannah Oktorina Abdullah; Nururrahmah
Illea : Journal of Health Sciences, Public Health and Medicine Volume 1, No.3: Oktober (2025)
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penurunan kualitas air akibat pembuangan air limbah domestik tanpa pengolahan merupakan salah satu penyebab degradasi lingkungan yang berdampak pada kesehatan ekosistem akuatik dan masyarakat. Oksigen terlarut (Dissolved Oxygen/DO) merupakan parameter penting untuk menilai kualitas air karena berperan dalam proses respirasi organisme perairan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kadar DO pada air limbah pencucian pakaian di tiga titik sampling yang berbeda sebagai dasar penilaian kualitas air dan potensi dampaknya terhadap kesehatan lingkungan. Penelitian ini menggunakan metode analisis laboratorium dengan pendekatan deskriptif. Pengukuran DO dan suhu dilakukan sebanyak tiga kali ulangan pada setiap titik sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kadar DO pada seluruh titik berada pada rentang 2,26–2,61 mg/L dengan nilai rata-rata berturut-turut 2,43 mg/L, 2,40 mg/L, dan 2,46 mg/L. Suhu perairan relatif homogen pada kisaran 28–28,6°C. Nilai DO yang rendah dan hampir seragam di tiga lokasi mengindikasikan bahwa beban pencemar bersifat homogen dan kualitas air limbah berada pada kategori buruk karena tidak mampu menyediakan oksigen yang memadai bagi organisme akuatik. Kondisi ini menunjukkan bahwa pembuangan air limbah pencucian berpotensi mengganggu keseimbangan ekosistem dan menimbulkan dampak jangka panjang terhadap kesehatan lingkungan masyarakat.
PELATIHAN PEMBUATAN  PAKAN ALAMI BERBASIS LIMBAH UDANG PADA MASYARAKAT SAPANANG, KABUPATEN PANGKEP Mohammad Wijaya; Nururrahmah; ST Aisyah Humaerah; Nurjannah Oktorina Abdullah
ABDI KIMIA: Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3 No 2 (2026): Jurnal Edisi Juni
Publisher : Jurusan Kimia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35580/wvhpcj02

Abstract

Masyarakat di Sapanang memiliki potensi dan peluang usaha yang cukup besar dalam pengembangan pakan alami berbasis bahan lokal. Di sisi lain, limbah udang berupa kulit dan cangkang udang masih tersedia dalam jumlah melimpah sehingga memerlukan penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan nilai tambahnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini meliputi beberapa tahapan, yaitu pelatihan pembuatan pakan alami menggunakan alat pencetak pelet, serta pemberian penjelasan mengenai proses pembuatan pakan berbahan dasar serbuk jagung yang dicampur dengan dedak dan limbah udang yang telah dikeringkan dan dihaluskan. Selanjutnya, seluruh bahan dicampurkan secara merata dengan larutan kanji, kemudian ditambahkan EM4 dan molase agar pakan alami yang dihasilkan memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi ikan dan udang. Pelet yang telah dicetak kemudian dikeringkan untuk mengurangi kadar air sehingga diperoleh kualitas pakan yang lebih baik dan tahan simpan. Pakan tersebut selanjutnya diaplikasikan pada budidaya ikan nila, bandeng, dan jenis ikan lainnya. Limbah cangkang udang diketahui mengandung nutrisi dan mineral yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan alami. Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta kelompok masyarakat. Menurut Sartono, salah satu peserta pelatihan, program ini sangat mendukung terjalinnya kerja sama antara masyarakat dan pihak terkait, terutama dalam penyediaan bantuan peralatan guna mendukung usaha budidaya ikan nila dan bandeng sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petambak dan masyarakat sekitar. Selain itu, desain kemasan produk juga dirancang lebih menarik guna meningkatkan daya tarik konsumen dan memperluas jangkauan pemasaran. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sapanang melalui pembentukan unit usaha kecil dan menengah (UKM) mitra yang dikoordinasikan oleh masyarakat bersama pemerintah setempat.