Masyarakat di Sapanang memiliki potensi dan peluang usaha yang cukup besar dalam pengembangan pakan alami berbasis bahan lokal. Di sisi lain, limbah udang berupa kulit dan cangkang udang masih tersedia dalam jumlah melimpah sehingga memerlukan penerapan teknologi tepat guna untuk meningkatkan nilai tambahnya. Metode yang digunakan dalam kegiatan PKM ini meliputi beberapa tahapan, yaitu pelatihan pembuatan pakan alami menggunakan alat pencetak pelet, serta pemberian penjelasan mengenai proses pembuatan pakan berbahan dasar serbuk jagung yang dicampur dengan dedak dan limbah udang yang telah dikeringkan dan dihaluskan. Selanjutnya, seluruh bahan dicampurkan secara merata dengan larutan kanji, kemudian ditambahkan EM4 dan molase agar pakan alami yang dihasilkan memiliki kandungan nutrisi yang baik bagi ikan dan udang. Pelet yang telah dicetak kemudian dikeringkan untuk mengurangi kadar air sehingga diperoleh kualitas pakan yang lebih baik dan tahan simpan. Pakan tersebut selanjutnya diaplikasikan pada budidaya ikan nila, bandeng, dan jenis ikan lainnya. Limbah cangkang udang diketahui mengandung nutrisi dan mineral yang berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pakan alami. Kegiatan ini diikuti oleh 17 peserta kelompok masyarakat. Menurut Sartono, salah satu peserta pelatihan, program ini sangat mendukung terjalinnya kerja sama antara masyarakat dan pihak terkait, terutama dalam penyediaan bantuan peralatan guna mendukung usaha budidaya ikan nila dan bandeng sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan petambak dan masyarakat sekitar. Selain itu, desain kemasan produk juga dirancang lebih menarik guna meningkatkan daya tarik konsumen dan memperluas jangkauan pemasaran. Dengan demikian, program ini diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Sapanang melalui pembentukan unit usaha kecil dan menengah (UKM) mitra yang dikoordinasikan oleh masyarakat bersama pemerintah setempat.