AbstractRespiratory diseases are among the most common illnesses in the community and are often underestimated. Low public awareness of respiratory diseases has led to a spike in mortality rates due to chronic respiratory diseases and slow treatment. One of the obstacles currently faced is that the manual diagnosis system takes a long time and requires limited specialist expertise. This study provides an expert system that can be used to detect respiratory tract diseases with two different types of input data. The Gradient Boosting algorithm is applied to improve diagnostic accuracy based on clinical data, while the CNN method is used to identify diseases using automatic features by extracting chest X-ray images. This study uses a dataset from Kaggle, which produces a data accuracy rate of 99.7% using Gradient Boosting and 95.93% using the CNN method. The accuracy results from each method show that this system can provide accurate respiratory disease detection results. Keywords: CNN; Gradient Boosting; Respiratory Disease; Expert System AbstrakPenyakit pernapasan merupakan salah satu penyakit yang sering ditemui di kalangan masyarakat dan sering diremehkan. Rendahnya tingkat kesadaran masyarakat terhadap penyakit pernapasan menyebabkan melonjaknya tingkat kematian, dikarenakan penyakit pernapasan kronis dan penanganan yang lambat. Kendala yang dihadapi saat ini salah satunya yaitu sistem diagnosis manual yang digunakan memerlukan waktu yang lama serta keahlian spesialis yang terbatas. Penelitian ini menyediakan sistem pakar yang dapat digunakan untuk mendeteksi penyakit saluran pernapasan dengan dua jenis data input yang berbeda. Algoritma Gradient Boosting diterapkan untuk meningkatkan akurasi diagnostik berdasarkan data klinis, sedangkan metode Convolutional Neural Networks (CNN) digunakan untuk mengidentifikasi penyakit menggunakan fitur otomatis dengan mengekstrak citra rontgen dada. Penelitian ini menggunakan dataset dari Kaggle, yang menghasilkan tingkat akurasi data sebesar 99,7% menggunakan Gradient Boosting dan 95,93% menggunakan metode CNN. Tingkat akurasi dari masing-masing metode menunjukkan bahwa sistem ini dapat memberikan hasil deteksi penyakit pernapasan yang akurat.