Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PEMIKIRAN ‘ABD JABBAR TENTANG SISTEM SUKSESI IMAMAT DALAM ALIRAN MUKTAZILAH Mara Ongku Hsb; Nurpelita Sembiring; Tahrir Aulawi
MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam Vol. 1 No. 2 (2025): MAHABBAH : Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam
Publisher : MAHABBAH: Jurnal Ilmu Ushuluddin Dan Pemikiran Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Imamat yang dikemukakan oleh ‘Abd al-Jabbār mengandung makna adanya unsur kekuasaan imam dalam bidang pemerintahan dan unsur kepemimpinan spiritual keagamaan, dalam pemerintahan Imam berarti pemegang otoritas politik tertinggi yang dapat mengatur birokrasi serta melaksanakan administrasi Negara sebagai pemimpin agama, imam berkewajiban menuntun serta membimbing umat untuk memahami dan melaksanakan ajaran syariat sesuai dengan ketentuan wahyu Ilahi dan Sunnah Rasul. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan pendekatan literatur review dengan menggunakan jenis penelitian kualitatif dengan dari berbagai sumber termasuk buku, jurnal, majalah, media online dan yang terkait dengan pemikiran ‘Abd al-Jabbar dan juga perkembangan pemikirannya dalam mu’tazikah. Hasil penelitian ‘Abd al-Jabbār tentang sistem sukesi imamat mengemukakan beberap pola pelaksanaannya, di antaranya adalah mengadakan pengangkatan sejumlah orang yang statusnya bukan sebagai suatu lembaga, tetapi kedudukan mereka diakui sebagai perwakilan umat yang berkewajiban mengangkat dan menetapkan imam sesuai pilihan mereka. Dalam melaksanakan pemilihan imam adalah dengan jalam musyawarah itu dipandang legal bila dihadiri oleh orang-orang yang dipandang memiliki ilmu pengetahuan agama dan mempunyai wawasan yang luas mengenai persoalan imamat, sehingga mereka semuanya dinilai pantas untuk menduduki jabatan imam.
REFORMASI HUKUM PIDANA MELALUI PENGATURAN DELIK PERZINAAN DALAM KUHP BARU: PERSPEKTIF PERLINDUNGAN HUKUM KORBAN Mara Ongku Hsb; Nurpelita Sembiring
Jurnal SUTASOMA (Science Teknologi Sosial Humaniora) Vol 4 No 2 (2026): Juni 2026
Publisher : Universitas Tabanan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58878/sutasoma.v4i2.456

Abstract

Adultery is one of the crimes listed in the Criminal Code that has attracted the most attention, particularly Articles 411 and 412 of the new Criminal Code. According to Human Rights Minister Supratman in his press conference, there are not many differences between the old and new Criminal Codes. One of them is married under the previous Criminal Code, but the new Criminal Code is even though there is no bond because it concerns children, who need to be protected. The research method used in this study is library research, which involves reviewing studies through library data related to the New Criminal Code regarding complaint-based offenses. Research Findings: Legal protection for victims in the new Criminal Code is regulated in Articles 411 and 412, allowing victims to file complaints directly with the authorities. In the old Criminal Code, complaint-based offenses were limited to married individuals, whereas in the new Criminal Code, offenses involving unmarried individuals (cohabiting couples) can be reported by parents and children, which are classified as absolute complaint-based offenses.