Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Analisis Peran Supervisi Kepala Sekolah dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan Agama Islam Muhammad Rizki Maulana; Masita; Fitrah; Nesafilar; Nur Ewis Sari
EDUSIANA Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam Vol. 12 No. 2 (2026): EDUSIANA : Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam (IN PROGRESS)
Publisher : EDUSIANA: Jurnal Manajemen dan Pendidikan Islam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47077/edusiana.v12i2.683

Abstract

Supervisi kepala sekolah merupakan faktor penting dalam peningkatan mutu pendidikan, khususnya Pendidikan Agama Islam (PAI), yang tidak hanya berfokus pada pengetahuan, tetapi juga pembentukan sikap dan karakter peserta didik. Namun, pelaksanaan supervisi akademik di sekolah masih belum optimal sehingga belum sepenuhnya mendukung kualitas pembelajaran PAI. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran supervisi kepala sekolah dalam meningkatkan mutu pendidikan agama Islam di sekolah. Metode yang digunakan adalah studi literatur dengan mengkaji berbagai sumber ilmiah seperti jurnal terakreditasi, buku akademik, dan publikasi terkait supervisi pendidikan, manajemen pendidikan Islam, serta pembelajaran PAI. Data dianalisis melalui pengumpulan, pengkajian, dan sintesis temuan sebelumnya untuk memperoleh pemahaman yang komprehensif. Hasil kajian menunjukkan bahwa supervisi kepala sekolah berperan signifikan dalam meningkatkan kompetensi pedagogik dan profesional guru PAI, memperbaiki proses pembelajaran, serta menciptakan lingkungan belajar yang kondusif. Selain itu, supervisi yang dilakukan secara terencana, sistematis, dan berkelanjutan melalui tahap perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi terbukti berkontribusi pada peningkatan kualitas pembelajaran. Dengan demikian, supervisi kepala sekolah menjadi strategi efektif dan berkelanjutan dalam pengembangan mutu pendidikan agama Islam di sekolah. Kata Kunci : Supervisi Kepala Sekolah, Mutu Pendidikan, Pendidikan Agama Islam, Studi Literatur  
Peran Guru Pendidikan Agama Islam Dalam Membentuk Ketahanan Moral Peserta Didik Terhadap Tantangan Sosial Era Digital di Pondok Pesantren Ulul Albab Muhammad Rizki Maulana; Ruslan; M. Ra'di Al Ansyari
Al-Mau'izhoh: Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 8 No. 1 (2026): Edisi Juni 2026 in Press
Publisher : Universitas Majalengka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31949/am.v8i1.18213

Abstract

This study aims to analyze the role of Islamic Religious Education (PAI) teachers in guiding students in facing adolescent social challenges at the Ulul Albab Islamic boarding school. This research uses a descriptive qualitative approach with data collection techniques including interviews, observation, and documentation involving the head of the boarding school, PAI teachers, and students. Data were analyzed to identify patterns of social challenges and educational responses within the pesantren environment. The findings show that the main social challenges faced by students include the influence of social media, low self-control, problematic peer interaction patterns, and declining communication ethics. The results indicate that PAI teachers play a crucial role as mentors, motivators, supervisors, and role models in shaping students’ behavior. Character building is implemented through habituation of congregational worship, moral education, personal approaches, and consistent discipline in daily life at the boarding school. These efforts contribute positively to students’ character development, including improved discipline, responsibility, independence, and better control over social media use. However, the mentoring process still faces several obstacles, such as external environmental influences, uncontrolled gadget usage, and differences in student characteristics. The implications of this study suggest the need to strengthen structured mentoring systems, improve digital literacy and control policies, and reinforce pesantren-based character education to enhance students’ moral resilience in the digital era, while also recommending further research on broader contexts and additional variables. Additional materials in this study include interview guidelines, observation sheets, documentation records, and limited supporting tables, with a small number of references used to support the analysis.