Fahrani Almira Rizkya Haryanto
Universitas Muhammadiyah Purwokerto

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

ANALISIS GAYA BAHASA EMOTIF “FAJAR SADBOY” DALAM PODCAST YOUTUBE PODKESMAS: KAJIAN STILISTIKA Fahrani Almira Rizkya Haryanto; Eko Suroso
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 2 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i2.10646

Abstract

The development of information technology in the digital era has changed people's communication patterns, making podcasts an interaction space that allows spontaneous and natural expression of language. This study aims to analyze the form, function, and meaning of the emotive language style used by Fajar Sadboy in the YouTube podcast uploaded by Podkesmas and understand its role in representing the emotional state of the speaker and building interaction with the audience. This study uses a descriptive qualitative approach with a stylistic analysis framework and the function of the Jakobson Roman language. Data was collected from the video podcast "Podkesmas Bubaran Teraweh Fajar Sadboy makes Habib Jafar Shocked Continuously" through the technique of watching and recording, then transcribed and analyzed using the stages of data reduction, data presentation, and conclusion drawn. The results of the study show that Fajar Sadboy uses a variety of emotive language styles, including interjection, repetition, parallelism, antithesis, and a combination of contemporary and religious diction. In terms of function, the speech is not only emotive, but also carries out a conative function (motivating and influencing the audience) and a fatis function (establishing familiarity). Meaningfully, speech contains literal, reflective, and symbolic layers that represent the values of gratitude, empathy, spiritual motivation, and subtle criticism of the phenomenon of mental health and romanticized culture among the digital young generation. It was concluded that the emotive language style displayed was varied, contextual, and had high expressive power, which functioned strategically as a multidimensional interaction tool to build closeness with the audience and shape social discourse. ABSTRAK Perkembangan teknologi informasi di era digital telah mengubah pola komunikasi masyarakat, menjadikan podcast sebagai ruang interaksi yang memungkinkan ekspresi bahasa secara spontan dan natural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk, fungsi, dan makna gaya bahasa emotif yang digunakan oleh Fajar Sadboy dalam podcast YouTube yang diunggah oleh Podkesmas serta memahami perannya dalam merepresentasikan kondisi emosional penutur dan membangun interaksi dengan audiens. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan kerangka analisis stilistika dan fungsi bahasa Roman Jakobson. Data dikumpulkan dari video podcast “Podkesmas Bubaran Teraweh Fajar Sadboy bikin Habib Jafar Kaget Terus” melalui teknik simak dan catat, kemudian ditranskripsi dan dianalisis menggunakan tahapan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Fajar Sadboy menggunakan variasi gaya bahasa emotif, meliputi interjeksi, repetisi, paralelisme, antitesis, serta perpaduan diksi kontemporer dan religius. Secara fungsi, tuturan tersebut tidak hanya bersifat emotif, tetapi juga menjalankan fungsi konatif (memotivasi dan memengaruhi audiens) serta fungsi fatis (menjalin keakraban). Secara makna, tuturan mengandung lapisan literal, reflektif, dan simbolik yang merepresentasikan nilai rasa syukur, empati, motivasi spiritual, serta kritik halus terhadap fenomena kesehatan mental dan budaya romantisasi di kalangan generasi muda digital. Disimpulkan bahwa gaya bahasa emotif yang ditampilkan bersifat variatif, kontekstual, dan memiliki kekuatan ekspresif tinggi, yang berfungsi strategis sebagai alat interaksi multidimensional untuk membangun kedekatan dengan audiens dan membentuk wacana sosial.