Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Fungsi Implikatur Percakapan pada Tuturan Para Pelaku Talk Show Hotman Paris Show Unggahan Youtube 2020 Eko Suroso; Siti Fathonah
Metafora: Jurnal Pembelajaran Bahasa Dan Sastra Vol 8, No 2 (2021): Oktober
Publisher : Lembaga Publikasi Ilmiah dan Penerbitan (LPIP)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30595/mtf.v8i2.12404

Abstract

Ketika peneliti melihat acara talk show Hotman Paris Show di youtube Januari 2020, peneliti menemukan tuturan Kamu diundang ke sini sebatas entertaiment kalau saya terima kado dari kamu, nanti saya seolah saya menghianati klien saya. Jadi kita hanya diskusi sebatas dunia akting tidak membahas kasus makanya pertama suara kamu kok bikin jangkrik bangun. Pada tuturan itu tampak adanya implikatur percakapan dengan fungsi menyatakan. Fungsi implikatur percakapan yang lain juga peneliti temukan pada beberapa percakapan yang berbeda. Permasalahan yang kemudian muncul adalah Fungsi Implikatur apa sajakah yang terdapat pada Para Pelaku Talk Show Hotman Paris Show Unggahan Youtube 2020? Impilikatur adalah penggunaan makna dibalik makna yang harfiah (makna non natural). Fungsi tuturan adalah Tuturan yang disampaikan penutur dengan maksud tersirat kepada mitra tutur. Fungsi tuturan itu ada tiga yaitu menyatatakan, menanyakan, dan menyuruh. Penelitian ini dilaksanakan dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian ini adalah tuturan Para Pelaku Talk Show Hotman Paris Show.  Teknik pengambilan data dilakukan dengan teknik simak bebas libat cakap. Analisis  data dilakukan  dengan teknik padan pragmatik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tuturan para pelaku pada Talk Show Hotman Paris Show memiliki tiga fungsi implikatur percakapan yaitu fungsi menyatakan (Terbanyak), menanyakan (Cukup banyak), dan memerintah (sedikit).
Jenis-jenis Praanggapan pada Vlog “Atta Halilintar” di YouTube Unggahan Maret 2020 Intan Surya Pratiwi; Eko Suroso
JBSI: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 2 No. 01 (2022): Artikel Riset Periode Mei 2022
Publisher : Information Technology and Science(ITScience)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (634.776 KB) | DOI: 10.47709/jbsi.v2i01.1528

Abstract

Penelitian yang berjudul Jenis-jenis Praanggapan pada Vlog “Atta Halilintar” di YouTube Unggahan Maret 2020 bertujuan untuk mendeskripsikan jenis-jenis praanggapan yang terdapat pada Vlog “Atta Halilintar” di YouTube unggahan Maret 2020. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa tuturan dialog dalam Vlog “Atta Halilintar” di YouTube unggahan Maret 2020. Sumber data dalam penelitian ini Vlog “Atta Halilintar” di YouTube unggahan Maret 2020. Metode penelitian ini terperinci menjadi tiga tahap yaitu pengumpulan data, penganalisisan data, dan penyajian hasil analisis data. Dalam pengumpulan data digunakan studi pustaka dan teknik catat. Setelah data dikumpulkan dan diklasifikasikan sesuai dengan jenis-jenis praanggapannya, tahap selanjutnya yaitu analisis data menggunakan metode kualitatif dan metode padan. Penyajian hasil analisis data menggunakan metode penyajian informal. Praanggapan dalam tuturan Vlog “Atta Halilintar” memiliki 5 jenis praanggapan yaitu praanggapan eksistensial, praanggapan faktual, praanggapan leksikal, praanggapan struktural, dan praanggapan nonfaktual. Praanggapan yang tidak ditemukan dalam penelitian ini adalah praanggapan konterfaktual.
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN AUDIOVISUAL TERHADAP KEMAMPUAN MENULIS CERITA PENDEK PADA SISWA KELAS VIII MTS MUHAMMADIYAH 02 PURBALINGGA 2025 Afita Dwi Khasanah; Eko Suroso
Prakata: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Serta Pembelajaran Vol. 2 No. 2 (2025): Prakata: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Serta Pembelajaran
Publisher : LPPM Universitas Bina Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to examine the effectiveness of using audiovisual learning media in improving the short story writing skills of eighth-grade students at MTs Muhammadiyah 02 Purbalingga. The background of this research is based on initial findings that many students experience difficulties in writing, particularly in terms of generating ideas, organizing structure, and using appropriate language. This study employs a quantitative method with a quasi-experimental approach and a Non-equivalent Control Group Design. The sample consists of two classes, each comprising 30 students—one as the experimental group using audiovisual media and the other as the control group using conventional methods. Data were collected through pretests and posttests using a short story writing assessment instrument. The results show that the average posttest score of the experimental group increased significantly compared to the control group, with gain scores of 17.3 and 7.4, respectively. The t-test results indicate a significant difference between the two groups (p < 0.05). These findings suggest that audiovisual learning media are effective in enhancing students' short story writing abilities, particularly in fostering imagination, narrative structure, and language use. Therefore, this medium can serve as an alternative innovative strategy for writing instruction in the digital era.
Studi Komparasi Prestasi Belajar Siswa Berdasarkan Tingkat Pendidikan Wali Murid Di Kelas Viii A SMP Negeri 1 Maos, Cilacap Tri Puji Setyawati; Eko Suroso
SOKO GURU: Jurnal Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 2 (2025): Agustus : Jurnal Ilmu Pendidikan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/sokoguru.v5i1.5066

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat pendidikan wali murid terhadap prestasi belajar siswa di kelas VIII A SMP Negeri 1 Maos, Cilacap. Berdasarkan data yang diperoleh, penelitian ini menguji hubungan antara tingkat pendidikan orang tua dengan hasil akademik siswa, melibatkan dua variabel utama: tingkat pendidikan wali murid dan hasil akademik siswa, yang diukur berdasarkan nilai rata-rata dan peringkat siswa. Hasil penelitian ini diharapkan dapat memberikan wawasan yang lebih dalam mengenai pentingnya peran pendidikan orang tua dalam memengaruhi prestasi belajar anak di sekolah.
Peran Tindak Tutur Ilokusi dalam Penguatan Pendidikan Karakter pada Film Budi Pekerti Karya Wregas Bhanuteja Tika Selvia; Eko Suroso
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1267

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan secara mendalam peran tindak tutur ilokusi dalam film Budi Pekerti karya Wregas Bhanuteja sebagai media penguatan pendidikan karakter. Film tersebut dipilih karena memuat representasi komunikasi yang kompleks dan relevan dengan isu-isu sosial kontemporer, seperti cancel culture dan tekanan media sosial, yang berdampak terhadap pembentukan karakter. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa simak bebas libat cakap (SBLC), yang dilakukan terhadap transkrip dialog antar tokoh dalam film. Analisis data dilakukan dengan mengklasifikasikan tindak tutur berdasarkan teori Searle, yaitu asertif, direktif, komisif, ekspresif, dan deklaratif, lalu mengaitkannya dengan lima nilai utama pendidikan karakter: religius, nasionalisme, mandiri, gotong royong, dan integritas. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur asertif dan direktif paling dominan digunakan oleh tokoh-tokoh dalam menyampaikan nilai-nilai karakter secara implisit maupun eksplisit. Tindak tutur tersebut bukan hanya sebagai alat komunikasi, melainkan menjadi media penyampaian pesan moral yang reflektif terhadap realitas sosial. Film Budi Pekerti memperlihatkan bagaimana bahasa, melalui tindak tutur, dapat membentuk kesadaran moral, empati sosial, serta memperkuat kepribadian individu dalam menghadapi tekanan sosial dan konflik etika. Temuan ini menegaskan bahwa tindak tutur ilokusi memiliki potensi besar sebagai strategi edukatif dalam pembelajaran karakter, khususnya melalui media audiovisual. Oleh karena itu, film ini dapat dijadikan sebagai sumber belajar kontekstual yang mendukung upaya penanaman nilai-nilai karakter di lingkungan pendidikan formal maupun non formal.
Perubahan Bunyi Y Menjadi Z pada Bahasa Ibu di Desa Maron Garung Wonosobo Brenda Dara Sekar Ayuningtyas; Eko Muharudin; Sukirno Sukirno; Eko Suroso
Journal of Innovative and Creativity Vol. 5 No. 2 (2025)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v5i2.1489

Abstract

Bahasa ibu yang beragam di tiap daerah menjadikan bahasa ibu memiliki keunikannya tersendiri yang harus dilestarikan. Salah satu bahasa ibu yang memiliki keunikan adalah bahasa ibu di Desa Maron Kecamatan Garung, Kabupaten Wonosobo. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan keunikan bahasa ibu di Desa Maron. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini adalah masyarakat Desa Maron lalu data yang digunakan yaitu berupa 42 kata dari Kamus Lengkap Bahasa Jawa Karya Sudarmanto. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik ubah ujud, sehingga hasil yang didapatkan dari penelitian ini adalah seluruh kata yang ada di dalam data penelitian mengalami perubahan bunyi dari y menjadi z tanpa mengalami perubahan arti dan perubahan yang terjadi termasuk ke dalam fonetik artikulatoris. Penelitian ini nantinya dapat menambah kajian ilmu linguistik, khususnya dalam bidang fonetik dan fonologi. Selain itu, penelitian ini dapat memperkaya khasanah keunikan bahasa di nusantara.
Ekokritik Greg Garrard dalam Puisi “Sajak Sebatang Lisong” karya W. S. Rendra Athaya Ridha Prikusuma; Eko Suroso; Kuntoro
Journal of Innovative and Creativity Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/joecy.v6i1.7568

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis representasi krisis ekologis dalam puisi “Sajak Sebatang Lisong” karya W. S. Rendra dengan menggunakan pendekatan ekokritik Greg Garrard. Krisis lingkungan dipahami tidak hanya sebagai kerusakan alam secara fisik, tetapi juga sebagai krisis sosial, moral, dan ideologis yang lahir dari praktik pembangunan modern yang eksploitatif. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif-analitis. Data penelitian berupa teks puisi “Sajak Sebatang Lisong” sebagai sumber primer, serta buku dan artikel jurnal ilmiah sebagai sumber sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui teknik baca, simak, catat, dan studi pustaka. Analisis data dilakukan melalui pembacaan dekat (close reading) dengan mengklasifikasikan data berdasarkan tujuh ecocritical tropes Greg Garrard, yaitu pencemaran (pollution), hutan belantara (wilderness), bencana (disaster), pastoral, hewan (animals), bumi (earth), dan hunian (dwelling). Hasil penelitian menunjukkan bahwa puisi ini merepresentasikan krisis ekologis sebagai bagian integral dari ketimpangan sosial, kemiskinan, pendidikan, dan relasi kuasa. Alam tidak diposisikan sebagai latar estetis, melainkan sebagai ruang konflik struktural yang mencerminkan kegagalan etika pembangunan. Simpulan penelitian menegaskan bahwa “Sajak Sebatang Lisong” merupakan teks ekokritik politis yang menempatkan sastra sebagai medium kritik ekologis dan moral, serta menunjukkan relevansi pendekatan ekokritik Greg Garrard dalam kajian sastra Indonesia kontemporer.