Gusten Mallo
Sekolah Tinggi Agama Kristen Protestan Negeri Sentani

Published : 1 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 1 Documents
Search

TEOLOGI KONTEKSTUAL NOKEN SEBAGAI IDENTITAS BUDAYA MASYARAKAT TOLIKARA: KAJIAN ETNOGRAFI-TEOLOGIS DI JEMAAT GIDI CALVARI KOYA KARANG JAYAPURA Godfried San Ferre; Hendrik Belwawin; Mika Gobai; Gusten Mallo
ACADEMIA: Jurnal Inovasi Riset Akademik Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/academia.v6i3.10952

Abstract

The flow of globalization and digital technology penetration has gradually displaced local cultural symbols that form the foundation of indigenous community identity, including noken as a cultural heritage of the Tolikara people in Jayapura. This study aims to analyze the contextual theological meaning of noken as the cultural identity of the Tolikara community in the GIDI Calvari Koya Karang Jayapura Congregation. A qualitative method with an ethnographic-theological design was employed through participatory observation and in-depth interviews with church leaders, traditional leaders, and cross-generational congregation members. The results show that noken, known locally as Yumunggok, holds ontological depth as a "second womb" representing God's love and care for the Papuan people. Theologically, noken functions as a medium of faith inculturation embodying the values of koinonia (fellowship) and diakonia (service), transforming from a mere carrying tool into a sacred instrument in congregational worship. However, the continuity of this tradition faces serious challenges, including an identity crisis among younger generations due to modernization, lifestyle changes, and scarcity of natural raw materials. This study concludes that noken plays a crucial role as a theological instrument connecting local tradition with the congregation's religious mission, necessitating a revitalization strategy through culture experience and culture knowledge approaches within the church environment. ABSTRAK Arus globalisasi dan penetrasi teknologi digital secara perlahan menggeser simbol-simbol budaya lokal yang menjadi fondasi identitas komunitas adat, termasuk noken sebagai warisan budaya masyarakat Tolikara di Jayapura. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemaknaan noken secara teologis kontekstual sebagai identitas budaya masyarakat Tolikara di Jemaat GIDI Calvari Koya Karang Jayapura. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan desain etnografi-teologis melalui observasi partisipatif dan wawancara mendalam terhadap tokoh gereja, tokoh adat, serta jemaat lintas generasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa noken, atau Yumunggok dalam bahasa lokal, memiliki kedalaman ontologis sebagai "rahim kedua" yang merepresentasikan kasih dan pemeliharaan Allah bagi masyarakat Papua. Secara teologis, noken berfungsi sebagai medium inkulturasi iman yang mewujudkan nilai koinonia (persekutuan) dan diakonia (pelayanan), di mana fungsinya bertransformasi dari alat angkut menjadi sarana sakral dalam peribadahan jemaat. Namun, keberlangsungan tradisi ini menghadapi tantangan serius berupa krisis identitas di kalangan generasi muda akibat modernisasi, perubahan gaya hidup, dan kelangkaan bahan baku alami. Penelitian ini menyimpulkan bahwa noken memegang peranan krusial sebagai instrumen teologis yang menghubungkan tradisi lokal dengan misi religius jemaat, sehingga diperlukan strategi revitalisasi melalui pendekatan culture experience dan culture knowledge di lingkungan gereja.