p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Logistik
Titik Kusmantini
Prodi Manajemen, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, UPN “Veteran” Yogyakarta, Jl. Padjajaran Jl. Ring Road Utara No.104, Ngropoh, Condongcatur, Kec. Depok, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, , Indonesia 55283

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

ANALISIS PENGARUH MANAJEMEN RANTAI PASOK BERKELANJUTAN TERHADAP KINERJA OPERASIONAL: PERAN MEDIASI SUSTAINABLE REVERSE LOGISTICS CAPABILITY Hanadia Palest Haifa; Titik Kusmantini
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.66302

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan terhadap kinerja operasional yang dimediasi oleh Sustainable Reverse Logistics Capability. Ini adalah studi survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Populasi dalam studi ini adalah seluruh Usaha Kecil dan Menengah (UKM) yang bergerak di bidang furnitur di Kabupaten Bantul. Data yang digunakan dalam studi ini adalah data primer dari 100 responden menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria UKM yang telah menerapkan prinsip Reduce, Reuse, dan Recycle (3R). Pengujian hipotesis menggunakan Partial Least Squares (PLS) dengan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil studi ini menunjukkan bahwa 1) komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional (β = 0,372; p = 0,006), 2) komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan berpengaruh positif dan signifikan terhadap Sustainable Reverse Logistics Capability (β = 0,769; p < 0,001), 3) Sustainable Reverse Logistics Capability berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja operasional (β = 0,467; p < 0,001), dan 4) Sustainable Reverse Logistics Capability memediasi pengaruh komitmen Manajemen rantai pasok berkelanjutan terhadap kinerja operasional (β = 0,360; p < 0,001), dengan nilai R² sebesar 0,591 untuk Sustainable Reverse Logistics Capability dan 0,624 untuk kinerja operasional.
PENGARUH PERFORMANCE MEASUREMENT AND MANAGEMENT (PMM) YANG DIMEDIASI OLEH SUPPLY-SIDE GOVERNANCE DAN DEMAND SIDE GOVERNANCE TERHADAP KEBERLANJUTAN KINERJA PADA UKM RITEL DI KABUPATEN SLEMAN Ayu Setiyasari; Titik Kusmantini
LOGISTIK Vol. 19 No. 01 (2026): Logistik
Publisher : Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/logistik.v19i01.66719

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh Performance Measurement and Management (PMM) terhadap kinerja keberlanjutan yang dimediasi oleh Supply-side Governance (SSG) dan Demand-side Governance (DSG). Penelitian ini merupakan studi survei dengan kuesioner sebagai alat pengumpulan data. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ritel di Kabupaten Sleman, dengan sampel sebanyak 60 UMKM ritel di Kabupaten Sleman yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling dengan kriteria UMKM yang telah beroperasi minimal dua tahun serta memiliki mekanisme evaluasi kinerja dan umpan balik pelanggan. Data yang digunakan merupakan data primer. Pengujian hipotesis dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares (PLS) dengan bantuan perangkat lunak SmartPLS 4. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,316; p = 0,007), (2) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap SSG (β = 0,478; p < 0,001), (3) PMM berpengaruh positif dan signifikan terhadap DSG (β = 0,442; p < 0,001), (4) SSG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,384; p < 0,001), (5) DSG berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,213; p = 0,022), serta (6) SSG dan DSG memediasi pengaruh PMM terhadap kinerja keberlanjutan (β = 0,038; p = 0,041). Nilai R² menunjukkan sebesar 0,567 untuk kinerja keberlanjutan, 0,477 untuk DSG, dan 0,215 untuk SSG.