Neneng Tasu’ah
Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini, Universitas Negeri Semarang

Published : 4 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search

Peran Guru dalam Mengembangkan Self-Help Skills Anak Usia 3-4 Tahun untuk Meningkatkan Kemandirian Faiqotur Rahma Nia; Neneng Tasu’ah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2231

Abstract

Penelitian ini bertujuan menganalisis peran guru dalam mengembangkan self-help skills anak usia 3–4 tahun, meliputi makan sendiri, mencuci tangan, memakai dan melepas alas kaki, serta merapikan mainan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus yang dilaksanakan di KB-TK Siti Sulaechah 04 pada April–Mei 2026. Informan penelitian terdiri atas 1 guru kelompok KB dan orang tua, sedangkan 10 anak menjadi subjek observasi. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru mengembangkan self-help skills melalui pemberian contoh, pendampingan, pembiasaan, penguatan positif, dan pemberian kesempatan. Anak menunjukkan perkembangan kemandirian yang baik, meskipun beberapa aktivitas masih memerlukan pendampingan dan belum konsisten di rumah. Novelty penelitian ini terletak pada temuan mengenai lima peran utama guru yang terintegrasi dalam pengembangan self-help skills anak usia 3–4 tahun, yaitu pemberian contoh (modeling), pendampingan, pembiasaan, penguatan positif, dan pemberian kesempatan melalui aktivitas kehidupan sehari-hari di lingkungan PAUD.
Penggunaan Metode Eksperimen dalam Pembelajaran Sains Sederhana untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak Usia 5-6 Tahun Selfi Fitriyani; Neneng Tasu’ah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2252

Abstract

Tujuan dari penelitian ini yakni untuk mengetahui bahwa metode eksperimen dapat meningkatkan  minat belajar pada pembelajaran sains  anak usia 5 6 tahun di TK Al Jannah Gunungpati, juga mengetahui faktor yang menjadi pendukung serta hambatan dalam minat belajara anak usia 5 6 tahun di TK Al Jannah Gunungpati. Dalam pelaksanannya, peneliti ini menerapkan metode penelitian kuantitatif. Dengan jenis eksperimen yang dipilih dan diterapkan dalam penelitian ini.  Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah  teknik observasi (menggunakan instrument observasi), wawancara, serta dokumentasi.  Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah komperatif kuantitatif dengan teknik uji Wilcoxon Signed-Rank Test. Hasil uji Wilcoxon Signed-Rank Test menunjukkan nilai Asymp. Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05, yang berarti terdapat pengaruh yang signifikan dari penggunaan metode eksperimen terhadap minat belajar anak. Selain itu, hasil uji N-Gain sebesar 0,7515 berada pada kategori tinggi, sehingga menunjukkan bahwa metode eksperimen sangat efektif dalam meningkatkan minat belajar anak usia 5–6 tahun di TK Al Jannah Gunungpati.
Strategi Guru Mengembangkan Keterampilan Sosial Emosional Anak untuk Kesiapan Sekolah Dasar Umi Fityatul Millah; Neneng Tasu’ah
Jurnal Obsesi : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/obsesi.v10i3.8430

Abstract

Peralihan dari pendidikan untuk anak usia dini ke jenjang pendidikan dasar merupakan tahap penting dalam perkembangan anak. Kesiapan yang optimal pada masa transisi ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak saat mulai memasuki sekolah dasar. Dalam proses tersebut, guru memiliki peran strategis karena menjadi pihak yang secara langsung membimbing, menstimulasi, dan membentuk keterampilan sosial emosional anak sebagai bekal menghadapi lingkungan sekolah baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di RA Miftakhul Huda. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, dua guru kelompok B, dan anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai penyampai materi, teladan, pembimbing, dan fasilitator dalam pengembangan sosial emosional anak. Penguatan dilakukan melalui komunikasi empatik, bermain peran, permainan kolaboratif, serta pembiasaan sosial yang membantu anak belajar bekerja sama, mengelola emosi, dan berinteraksi positif dengan teman sebaya sehingga mendukung kesiapan memasuki sekolah dasar.
Implementasi Kegiatan Ekstrakulikuler Pencak Silat dalam Mengembangkan Disiplin dan Kemandirian Anak Usia 5-6 Tahun Putri Rizqi Amalia; Neneng Tasu’ah
Murhum : Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini Vol. 7 No. 1 (2026): Juli
Publisher : Perkumpulan Pengelola Jurnal (PPJ) PAUD Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37985/murhum.v7i1.2280

Abstract

Pendidikan anak usia dini berperan penting dalam membentuk karakter anak, khususnya disiplin dan kemandirian. Salah satu upaya pengembangan karakter tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan ekstrakurikuler pencak silat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengembangan disiplin dan kemandirian anak usia 5–6 tahun melalui kegiatan ekstrakurikuler pencak silat di TK Al-Jannah Gunungpati, Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan subjek sebanyak 15 anak kelompok B yang mengikuti kegiatan pencak silat. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara dengan guru dan kepala sekolah, serta dokumentasi. Analisis data dilakukan melalui tahap reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan ekstrakurikuler pencak silat mampu mengembangkan sikap disiplin dan kemandirian anak. Disiplin terlihat dari kebiasaan anak datang tepat waktu, mematuhi aturan latihan, mendengarkan instruksi pelatih, dan mengikuti kegiatan secara tertib. Kemandirian ditunjukkan melalui kemampuan anak mengenakan perlengkapan sendiri, merawat peralatan, mencoba melakukan gerakan secara mandiri, serta bertanggung jawab terhadap tugas yang diberikan. Dengan demikian, kegiatan ekstrakurikuler pencak silat dapat menjadi alternatif yang efektif dalam pengembangan karakter anak usia dini.