Peralihan dari pendidikan untuk anak usia dini ke jenjang pendidikan dasar merupakan tahap penting dalam perkembangan anak. Kesiapan yang optimal pada masa transisi ini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan anak saat mulai memasuki sekolah dasar. Dalam proses tersebut, guru memiliki peran strategis karena menjadi pihak yang secara langsung membimbing, menstimulasi, dan membentuk keterampilan sosial emosional anak sebagai bekal menghadapi lingkungan sekolah baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus di RA Miftakhul Huda. Subjek penelitian terdiri atas kepala sekolah, dua guru kelompok B, dan anak usia 5-6 tahun. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi, sedangkan analisis data menggunakan model Miles dan Huberman melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru berperan sebagai penyampai materi, teladan, pembimbing, dan fasilitator dalam pengembangan sosial emosional anak. Penguatan dilakukan melalui komunikasi empatik, bermain peran, permainan kolaboratif, serta pembiasaan sosial yang membantu anak belajar bekerja sama, mengelola emosi, dan berinteraksi positif dengan teman sebaya sehingga mendukung kesiapan memasuki sekolah dasar.
Copyrights © 2026