Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Pengaruh Literasi Sains dan Literasi Teknologi Terhadap Keterlaksanaan Pembelajaran Inovatif Pada Guru MTs Madani Alauddin Makassar Aldi Pratama; Abdullah Pandang; Wahira Wahira
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the influence of scientific literacy and technological literacy on the implementation of innovative learning among teachers at MTs Madani Alauddin Makassar. Scientific literacy is defined as teachers’ ability to understand scientific concepts, processes, and apply scientific methods in classroom practice, while technological literacy refers to their competence in utilizing digital tools effectively to support teaching and learning activities. Employing a quantitative approach with an ex post facto design, the study involved teachers selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation, and analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression. The findings indicate that teachers’ scientific literacy is categorized as good and contributes to their ability to design inquiry-based, experimental, and problem-solving learning activities. Technological literacy is also at a high level and significantly supports the use of digital media, technology-based assessment, and the implementation of modern learning models such as blended learning. Simultaneously, both variables show a significant influence on the implementation of innovative learning. These results highlight the importance of strengthening dual literacy to enhance pedagogical innovation within madrasah settings. The study recommends continuous professional development based on the TPACK framework and improved digital infrastructure to support high-quality learning practices. Keywords: Scientific Literacy; Technological Literacy; Innovative Learning; Madrasah Teachers; Ex Post Facto; TPACK Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi sains dan literasi teknologi terhadap keterlaksanaan pembelajaran inovatif pada guru MTs Madani Alauddin Makassar. Literasi sains dipahami sebagai kemampuan guru dalam memahami konsep, proses, serta penerapan metode ilmiah dalam pembelajaran, sedangkan literasi teknologi mencakup kompetensi dalam memanfaatkan perangkat digital secara efektif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto serta melibatkan guru sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains guru berada pada kategori baik dan berkontribusi terhadap kemampuan merancang pembelajaran berbasis inquiry, eksperimen, dan pemecahan masalah. Literasi teknologi juga berada pada kategori tinggi dan berpengaruh terhadap penerapan media digital, evaluasi berbasis teknologi, serta pelaksanaan model pembelajaran modern seperti blended learning. Secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap keterlaksanaan pembelajaran inovatif. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi ganda sangat diperlukan untuk mendorong inovasi pembelajaran di madrasah. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan berbasis TPACK dan penguatan fasilitas digital untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Kata kunci: Literasi Sains; Literasi Teknologi; Pembelajaran Inovatif; Guru Madrasah; Ex Post Facto; TPACK
Pengaruh Literasi Sains dan Literasi Teknologi Terhadap Keterlaksanaan Pembelajaran Inovatif Pada Guru MTs Madani Alauddin Makassar Aldi Pratama; Abdullah Pandang; Wahira Wahira
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 3, No 4 (2020): Volume 3 No 4 Desember 2020
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to examine the influence of scientific literacy and technological literacy on the implementation of innovative learning among teachers at MTs Madani Alauddin Makassar. Scientific literacy is defined as teachers’ ability to understand scientific concepts, processes, and apply scientific methods in classroom practice, while technological literacy refers to their competence in utilizing digital tools effectively to support teaching and learning activities. Employing a quantitative approach with an ex post facto design, the study involved teachers selected through purposive sampling. Data were collected through questionnaires, observations, interviews, and documentation, and analyzed using descriptive statistics and multiple linear regression. The findings indicate that teachers’ scientific literacy is categorized as good and contributes to their ability to design inquiry-based, experimental, and problem-solving learning activities. Technological literacy is also at a high level and significantly supports the use of digital media, technology-based assessment, and the implementation of modern learning models such as blended learning. Simultaneously, both variables show a significant influence on the implementation of innovative learning. These results highlight the importance of strengthening dual literacy to enhance pedagogical innovation within madrasah settings. The study recommends continuous professional development based on the TPACK framework and improved digital infrastructure to support high-quality learning practices. Keywords: Scientific Literacy; Technological Literacy; Innovative Learning; Madrasah Teachers; Ex Post Facto; TPACK Abstrak: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh literasi sains dan literasi teknologi terhadap keterlaksanaan pembelajaran inovatif pada guru MTs Madani Alauddin Makassar. Literasi sains dipahami sebagai kemampuan guru dalam memahami konsep, proses, serta penerapan metode ilmiah dalam pembelajaran, sedangkan literasi teknologi mencakup kompetensi dalam memanfaatkan perangkat digital secara efektif untuk mendukung kegiatan belajar mengajar. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain ex post facto serta melibatkan guru sebagai sampel melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner, observasi, wawancara, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui statistik deskriptif dan regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa literasi sains guru berada pada kategori baik dan berkontribusi terhadap kemampuan merancang pembelajaran berbasis inquiry, eksperimen, dan pemecahan masalah. Literasi teknologi juga berada pada kategori tinggi dan berpengaruh terhadap penerapan media digital, evaluasi berbasis teknologi, serta pelaksanaan model pembelajaran modern seperti blended learning. Secara simultan, kedua variabel tersebut terbukti berpengaruh signifikan terhadap keterlaksanaan pembelajaran inovatif. Temuan ini menegaskan bahwa penguatan literasi ganda sangat diperlukan untuk mendorong inovasi pembelajaran di madrasah. Penelitian ini merekomendasikan pelatihan berkelanjutan berbasis TPACK dan penguatan fasilitas digital untuk meningkatkan mutu pembelajaran. Kata kunci: Literasi Sains; Literasi Teknologi; Pembelajaran Inovatif; Guru Madrasah; Ex Post Facto; TPACK