Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Struktur Mikro Wacana Fek Nono Hau Ana: Kajian Wacana Kritis Teun Van Dijk Joni Soleman Nalenan; Syihabuddin Syihabuddin; Rinaldi Supriadi; Noviana Laurencia Surjadjaja; Mohammad Ali
Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra Vol. 12 No. 2 (2026): Penulis pada Edisi ini Terdiri dari Tiga (3) Negara: Indonesia, Taiwan dan Jor
Publisher : Universitas Cokroaminoto Palopo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30605/ewcrqk90

Abstract

Ritual Fek Nono Hau Ana (FNHA) merupakan tradisi turun-temurun Uab Meto di Kecamatan Meomaffo Timur, Kabupaten Timor Tengah Utara, sebagai bentuk permohonan izin kepada leluhur sebelum membuka lahan pertanian. Ritual ini dianggap krusial karena ketidakpatuhan diyakini dapat mendatangkan malapetaka, mulai dari kecelakaan kerja hingga kegagalan panen. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan struktur mikro wacana ritual FNHA dengan menggunakan pendekatan Analisis Wacana Kritis (AWK) model Teun van Dijk. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Data diperoleh melalui teknik observasi, wawancara, dan simak libat cakap. Rekaman tuturan ritual ditranskripsikan dan dianalisis berdasarkan empat elemen struktur mikro, yakni semantik, sintaksis, stilistik, dan retoris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada elemen semantik, wacana FNHA menggunakan latar tempat sakral dan latar waktu yang menghubungkan dimensi sekarang dengan masa lalu serta menggunakan detail identitas leluhur yang spesifik guna menegaskan maksud permohonan perlindungan dan legitimasi lahan. Secara sintaksis, ditemukan penggunaan kalimat deklaratif-performatif yang repetitif serta dominasi kata ganti hai ‘kami’ dan hit ‘kita’ untuk menciptakan inklusivitas antara manusia dan roh. Pada aspek stilistik, pemilihan diksi bernuansa kekeluargaan seperti ina dan afoan menunjukkan ideologi masyarakat yang menempatkan leluhur sebagai bagian hierarki keluarga besar. Pada elemen retoris, penggunaan repetisi leksikal leko-leko ‘baik-baik’ dan metafora seperti nesba matan ‘pintu masuk’ berfungsi sebagai penekanan moral dan penegasan kehadiran leluhur secara imanen. Kebaruan penelitian ini terletak pada pengungkapan struktur mikro yang sebelumnya belum tersentuh, sekaligus sebagai upaya dokumentasi budaya untuk mencegah kepunahan tradisi lisan Uab Meto di masa depan.
Digital Learning Platforms as Facilitator for University-Business Collaboration in Logistics Management Curriculum Design Novi Indah Susanthi; Mohammad Ali; Asep Herry Hernawan
International Journal of Cyber and IT Service Management Vol. 6 No. 1 (2026): April
Publisher : Pandawan Sejahtera Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34306/ijcitsm.v6i1.241

Abstract

The logistics industry requires graduates who possess adaptive competencies and practical skills to respond effectively to dynamic industry demands, highlighting the importance of innovative and industry-oriented curriculum design. This study aims to analyze the implementation of a Logistics Management curriculum based on graduate competencies, with a particular focus on the application of learning strategies as a core component of the curriculum. A quantitative approach was employed using the fourth phase of Design and Development Research (DDR), which involved the experimental implementation of learning strategies in two logistics management classes following a needs analysis, competency identification, and curriculum design stages. The curriculum was developed based on five key components, competencies, learning objectives, content of materials, learning strategies, and evaluation. The results indicate that active learning approaches, including Project-based Learning (PjBL), Problem-based Learning (PBL), and Case Methods, positively support student engagement and competency development, students also reveal the need for more hands-on learning experiences, clearer instructional guidance, and stronger integration between theoretical knowledge and real-world logistics practices. This study contributes to innovation in logistics curriculum design by demonstrating how technology-enhanced active learning supported by digital learning platforms can function as enablers of industry-oriented education, strengthen university–business collaboration, and better prepare graduates for professional roles in the logistics sector.