Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Model Manajemen Pengembangan Diri Santri Berbasis Poac untuk Keunggulan Karakter Nova Nova; Johar Permana; Aan Komariah; Sururi Sururi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze and formulate a POAC-based management model for pesantren students’ self-development oriented toward character excellence at Pesantren Terpadu Almuslim, Bireuen Regency. The study responds to the need for pesantren to manage students’ self-development not merely as routine extracurricular activities, but as an integrated character-building system supported by planning, organizing, actuating, and controlling. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving pesantren leaders, teachers, dormitory supervisors, student organization administrators, and parents. Data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing, while validity was ensured through source and technique triangulation. The findings show that planning was based on the pesantren’s vision, mission, Islamic values, and student development needs, although measurable character indicators were not fully documented. Organizing involved leaders, teachers, supervisors, student administrators, and parents, but supervisor placement still required competency-based mapping. Actuating was implemented through habituation, role modeling, and active participation in worship, dormitory life, extracurricular activities, social programs, and leadership training. Controlling was conducted through tiered monitoring, guidance, evaluation, rewards, and sanctions, although character assessment instruments still needed standardization. The study concludes that the POAC-based model is integrative, participatory, and contextual in shaping religiosity, discipline, independence, responsibility, leadership, and social awareness. Pesantren are advised to strengthen program documentation, supervisor competency mapping, reflective activities, and standardized character evaluation instruments. Future researchers may test the model quantitatively in other pesantren contexts to examine its effectiveness, scalability, and empirical contribution to broader character excellence sustainably. Keywords: educational management, self-development, POAC, character, pesantren Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merumuskan model manajemen pengembangan diri santri berbasis POAC yang berorientasi pada keunggulan karakter di Pesantren Terpadu Almuslim Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan pesantren untuk mengelola pengembangan diri santri bukan sekadar sebagai kegiatan rutin atau ekstrakurikuler, melainkan sebagai sistem pembinaan karakter yang terintegrasi melalui planning, organizing, actuating, dan controlling. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan pimpinan pesantren, guru, pembina asrama, pengurus organisasi santri, dan wali santri. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan berbasis pada visi, misi, nilai Islam, dan kebutuhan pembinaan santri, meskipun indikator capaian karakter belum terdokumentasi secara lengkap. Pengorganisasian melibatkan pimpinan, guru, pembina, pengurus santri, dan wali santri, namun penempatan pembina masih memerlukan pemetaan kompetensi. Pelaksanaan dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, dan partisipasi aktif dalam ibadah, kehidupan asrama, ekstrakurikuler, kegiatan sosial, dan pelatihan kepemimpinan. Pengawasan berjalan melalui monitoring berjenjang, pembinaan, evaluasi, penghargaan, dan sanksi, tetapi instrumen evaluasi karakter masih perlu distandardisasi. Penelitian menyimpulkan bahwa model POAC bersifat integratif, partisipatif, dan kontekstual dalam membentuk religiusitas, disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Pesantren disarankan memperkuat dokumentasi program, pemetaan kompetensi pembina, kegiatan reflektif, dan instrumen evaluasi karakter terstandar. Peneliti selanjutnya dapat menguji model ini secara kuantitatif pada pesantren lain untuk menilai efektivitas, keterukuran, keberlanjutan, dan kemungkinan replikasinya dalam pengembangan karakter santri secara lebih luas di berbagai konteks pendidikan Islam modern masa kini. Kata kunci: manajemen pendidikan, pengembangan diri, POAC, karakter, pesantren
Model Manajemen Pengembangan Diri Santri Berbasis Poac untuk Keunggulan Karakter Nova Nova; Johar Permana; Aan Komariah; Sururi Sururi
JAMP : Jurnal Administrasi dan Manajemen Pendidikan Vol 8, No 4 (2025): Volume 8 No 4 Desember 2025
Publisher : Universitas Negeri Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstract: This study aims to analyze and formulate a POAC-based management model for pesantren students’ self-development oriented toward character excellence at Pesantren Terpadu Almuslim, Bireuen Regency. The study responds to the need for pesantren to manage students’ self-development not merely as routine extracurricular activities, but as an integrated character-building system supported by planning, organizing, actuating, and controlling. A qualitative approach with a case study design was employed. Data were collected through in-depth interviews, participatory observation, and documentation studies involving pesantren leaders, teachers, dormitory supervisors, student organization administrators, and parents. Data were analyzed through reduction, display, and conclusion drawing, while validity was ensured through source and technique triangulation. The findings show that planning was based on the pesantren’s vision, mission, Islamic values, and student development needs, although measurable character indicators were not fully documented. Organizing involved leaders, teachers, supervisors, student administrators, and parents, but supervisor placement still required competency-based mapping. Actuating was implemented through habituation, role modeling, and active participation in worship, dormitory life, extracurricular activities, social programs, and leadership training. Controlling was conducted through tiered monitoring, guidance, evaluation, rewards, and sanctions, although character assessment instruments still needed standardization. The study concludes that the POAC-based model is integrative, participatory, and contextual in shaping religiosity, discipline, independence, responsibility, leadership, and social awareness. Pesantren are advised to strengthen program documentation, supervisor competency mapping, reflective activities, and standardized character evaluation instruments. Future researchers may test the model quantitatively in other pesantren contexts to examine its effectiveness, scalability, and empirical contribution to broader character excellence sustainably. Keywords: educational management, self-development, POAC, character, pesantren Abstrak: Penelitian ini bertujuan menganalisis dan merumuskan model manajemen pengembangan diri santri berbasis POAC yang berorientasi pada keunggulan karakter di Pesantren Terpadu Almuslim Kabupaten Bireuen. Penelitian ini dilatarbelakangi kebutuhan pesantren untuk mengelola pengembangan diri santri bukan sekadar sebagai kegiatan rutin atau ekstrakurikuler, melainkan sebagai sistem pembinaan karakter yang terintegrasi melalui planning, organizing, actuating, dan controlling. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain studi kasus. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi partisipatif, dan studi dokumentasi yang melibatkan pimpinan pesantren, guru, pembina asrama, pengurus organisasi santri, dan wali santri. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan, sedangkan keabsahan data dijaga melalui triangulasi sumber dan teknik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perencanaan berbasis pada visi, misi, nilai Islam, dan kebutuhan pembinaan santri, meskipun indikator capaian karakter belum terdokumentasi secara lengkap. Pengorganisasian melibatkan pimpinan, guru, pembina, pengurus santri, dan wali santri, namun penempatan pembina masih memerlukan pemetaan kompetensi. Pelaksanaan dilakukan melalui pembiasaan, keteladanan, dan partisipasi aktif dalam ibadah, kehidupan asrama, ekstrakurikuler, kegiatan sosial, dan pelatihan kepemimpinan. Pengawasan berjalan melalui monitoring berjenjang, pembinaan, evaluasi, penghargaan, dan sanksi, tetapi instrumen evaluasi karakter masih perlu distandardisasi. Penelitian menyimpulkan bahwa model POAC bersifat integratif, partisipatif, dan kontekstual dalam membentuk religiusitas, disiplin, kemandirian, tanggung jawab, kepemimpinan, dan kepedulian sosial. Pesantren disarankan memperkuat dokumentasi program, pemetaan kompetensi pembina, kegiatan reflektif, dan instrumen evaluasi karakter terstandar. Peneliti selanjutnya dapat menguji model ini secara kuantitatif pada pesantren lain untuk menilai efektivitas, keterukuran, keberlanjutan, dan kemungkinan replikasinya dalam pengembangan karakter santri secara lebih luas di berbagai konteks pendidikan Islam modern masa kini. Kata kunci: manajemen pendidikan, pengembangan diri, POAC, karakter, pesantren