Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Fenomena Child Grooming melalui Kegiatan Edukasi di Kelas X-3 SMA Negeri 9 Tasikmalaya Karin Noer Amalina; Haura Mutiara; Venia Noviyanti; Devina Adya Putri; Nesa Ayu Lestari; Rian Fiqih Rhefhansa; Muslim Haidar
Journal of Community Development Vol. 7 No. 1 (2026): August
Publisher : Indonesian Journal Publisher

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47134/comdev.v7i1.1929

Abstract

Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan biologis, psikologis, dan sosial yang berlangsung secara cepat, sehingga menjadikan remaja sebagai kelompok yang rentan terhadap berbagai pengaruh lingkungan, termasuk di ranah digital. Kemudahan akses media sosial tanpa diimbangi dengan edukasi yang memadai meningkatkan risiko terjadinya kejahatan digital, salah satunya adalah fenomena child grooming, yaitu proses manipulasi bertahap oleh orang dewasa untuk mendapatkan kepercayaan dan kedekatan emosional anak dengan tujuan eksploitasi. Berdasarkan analisis kebutuhan di SMA Negeri 9 Tasikmalaya, ditemukan bahwa siswa masih memiliki keterbatasan pengetahuan terkait pengertian, tahapan, ciri, dampak, serta cara pencegahan child grooming. Oleh karena itu, dilaksanakan kegiatan edukasi kepada 39 siswa kelas X-3 melalui metode edukasi partisipatif berupa ice breaking, penyampaian materi menggunakan media visual dan video simulasi, diskusi, tanya jawab, serta evaluasi menggunakan pre-test dan post-test untuk mengukur peningkatan pengetahuan siswa. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan siswa setelah pelaksanaan edukasi. Pada pre-test, rata-rata nilai siswa sebesar 60. Setelah kegiatan dilaksanakan, rata-rata nilai post-test meningkat menjadi 96,4. Selain itu, sebanyak 94,9% siswa memperoleh nilai 100 pada post-test, sedangkan hanya 2,6% siswa memperoleh nilai 20 dan 2,6% siswa memperoleh nilai 40. Data tersebut menunjukkan bahwa edukasi yang diberikan efektif dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan siswa, meskipun partisipasi siswa masih bervariasi dan terdapat kendala keterbatasan waktu, sehingga perlu dikembangkan lebih lanjut dengan metode yang lebih interaktif dan pengelolaan waktu yang optimal.
Penerapan Metode Studi Kasus dan Pemecahan Masalah pada Pembelajaran Adaptasi Budaya Kerja (pada Peserta Pelatihan Bahasa Jepang Kelas Kecil di LPK Sekai Jepang Tasikmalaya) Haura Mutiara; Muhammad Irsan; Rindu Bilqis Khoerunnisa; Vanya Ramania Yasmin; Ghefira Nafisa; Ratna Kurniasih; Lesi Oktiwanti
Jurnal Pengabdian Masyarakat (ABDIRA) Vol 6, No 3 (2026): Abdira
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/abdira.v6i3.2022

Abstract

The objective of this community service activity is to foster an understanding of the Japanese work culture through the application of case study and problem-solving methods at LPK Sekai Japan Tasikmalaya. This activity used lectures, case studies, and problem-solving to present the aforementioned activities in a single session. The material covered work ethics, professional communication, and teamwork, as well as Japanese work culture values such as kaizen, ganbatte, and bushido. A pre-test was administered, and data on student performance after instruction was collected through the following instruments: a post-test, observation, and focused group discussions. The results of the activity showed an increase in participants’ knowledge from the pre-test (average score of 60.25) to the post-test (average score of 85.25). Furthermore, participants became more active in their participation, adopted a critical mindset, and were better able to frame workplace issues. Therefore, the application of case study and problem-solving methods is effective in enhancing the readiness of individuals joining as participants in Japanese work culture, and can serve as an alternative learning model in vocational training institutions.