Urgensi penelitian ini adalah untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis Augmented Reality yang dapat meningkatkan pemahaman konsep sistem peredaran darah pada siswa sekolah dasar secara lebih interaktif dan efektif. Materi sistem peredaran darah manusia merupakan salah satu materi IPA di sekolah dasar yang bersifat abstrak sehingga peserta didik sering mengalami kesulitan dalam memahami konsep apabila pembelajaran hanya menggunakan media dua dimensi. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran berbasis augmented reality pada materi sistem peredaran darah guna meningkatkan pemahaman konsep siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode Research and Development (R&D) dengan model ADDIE yang meliputi tahap analysis, design, development, implementation, dan evaluation. Subjek penelitian Adalah 27 siswa kelas V SD Negeri Jombor 01. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, angket, dan tes pemahaman konsep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media augmented reality yang dikembangkan memiliki tingkat kelayakan sangat tinggi, dengan hasil validasi ahli media sebesar 94% dan ahli materi sebesar 100%. Hasil kepraktisan menunjukkan respons guru sebesar 100% dan observasi penggunaan media oleh siswa sebesar 90,66% yang keduanya termasuk kategori sangat praktis. Keefektifan media ditunjukan oleh peningkatan rata-rata nilai pretest dari 39,62 menjadi 87,03 pada posttest dengan nilai N-Gain sebesar 0,7882 kategori tinggi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penggunaan media augmented reality dapat menjadi alternatif inovatif dalam pembelajaran IPA untuk membantu siswa memahami materi yang bersifat abstrak secara lebih konkret dan interaktif. Dengan demikian, media pembelajaran berbasis augmented reality yang dikembangkan dinyatakan sangat layak, praktis, dan efektif untuk meningkatkan pemahaman konsep sistem peredaran darah pada pembelajaran IPA di sekolah dasar.