Urgensi penelitian ini terletak pada pentingnya mengkaji integrasi Problem-Based Learning dan game edukasi digital dalam pembelajaran IPA untuk meningkatkan efektivitas pembelajaran, keterlibatan siswa, serta kemampuan berpikir kritis di era digital. Penelitian ini bertujuan meninjau secara sistematis efektivitas model Problem-Based Learning dan game edukasi digital terhadap hasil belajar dan minat belajar siswa sekolah dasar. Populasi dalam kajian ini mencakup seluruh artikel ilmiah yang membahas penerapan PBL dan/atau game edukasi digital pada siswa SD mata pelajaran IPA yang terpublikasi di basis data Scopus, CrossRef, Google Scholar, dan Semantic Scholar. Sampel penelitian ditetapkan melalui teknik purposive sampling berbasis kriteria menggunakan protokol PRISMA 2020. Strategi pencarian literatur menggunakan kombinasi kata kunci ("problem-based learning" OR "PBL") AND ("educational game" OR "digital game" OR "gamification") AND ("elementary school" OR "primary school" OR "sekolah dasar") AND ("science" OR "IPA"). Kriteria inklusi meliputi: artikel jurnal peer-reviewed, berbahasa Indonesia atau Inggris, terbit tahun 2021–2026, subjek siswa SD/MI, tersedia full text, memuat variabel PBL dan/atau game edukasi digital, mengukur hasil belajar dan/atau minat belajar IPA, serta menggunakan desain penelitian empiris. Proses seleksi melalui empat tahap: (1) identifikasi menghasilkan 1.589 artikel; (2) skrining dengan mengeliminasi duplikasi dan artikel tidak relevan, tersisa 123 artikel; (3) uji kelayakan melalui pembacaan full text mengeliminasi tersisa 63 artikel; serta (4) inklusi final sebanyak 63 artikel terdiri atas 25 artikel tentang PBL, 29 artikel tentang game edukasi digital, dan 9 artikel tentang integrasi keduanya. Hasil: (1) Problem-Based Learning meningkatkan hasil belajar IPA secara signifikan; (2) game edukasi meningkatkan minat belajar dan hasil belajar IPA; (3) Kombinasi Problem-Based Learning dengan game edukasi digital menghasilkan N-gain lebih tinggi dibandingkan Problem-Based Learning konvensional; (4) Gap utama: belum ada studi yang mengkaji integrasi Problem-Based Learning dengan game digital secara kolaboratif khusus IPA Sekolah Dasar.