Urgensi penelitian ini terletak pada kebutuhan akan pendekatan pembelajaran inovatif yang mampu mengembangkan kemampuan berpikir kritis siswa sekolah dasar sebagai bekal menghadapi tantangan pembelajaran dan kehidupan pada era digital.Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM) dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi operasi hitung kelas IV sekolah dasar. Riset tersebut mengadopsi perspektif kuantitatif lewat prosedur quasi eksperimen serta rancang bangun nonequivalent control group design. Partisipan riset merupakan segenap murid kelas empat sekolah dasar Muhammadiyah Ambarbinangun yang terbagi dari 50-60 orang dengan kelas eksperimen serta kelas kontrol. Protokol perolehan informasi dilaksanakan lewat evaluasi naratif berwujud pretest dan posttest sekaligus instrumen pemantauan guna memvalidasi realisasi edukasi. Pemeriksaan temuan dieksekusi melewati verifikasi kriteria mencakup verifikasi normalitas serta homogenitas, lantas diteruskan pada verifikasi dugaan memakai independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rerata posttest kelas eksperimen sebesar 81,27 lebih tinggi dibandingkan kelas kontrol sebesar 49,73. Kelas eksperimen juga mengalami peningkatan rerata sebesar 17,30 poin setelah penerapan pendekatan Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Hasil uji hipotesis menunjukkan nilai signifikansi p < 0,001, lebih kecil dari 0,05, sehingga terdapat perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Dengan demikian, pendekatan STEM dinyatakan efektif dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada materi operasi hitung di sekolah dasar.