ABSTRACT Geometry is considered one of the most difficult topics in mathematics because it requires students to simultaneously master visualization skills, spatial representation, and abstract conceptual understanding. This condition indicates the need for an instrument capable of measuring students’ visual-spatial abilities more comprehensively. This study aimed to develop a geometry test instrument based on Hass theory, which includes conceptualization, imagination, problem solving, and pattern recognition. The study employed a qualitative approach through several stages, including indicator formulation, item development, expert validation, instrument revision, and finalization of the instrument. The validation process involved two validators consisting of one geometry lecturer and one mathematics teacher who assessed the appropriateness of the content, indicators, language, and item construction. The results showed that the developed instrument consisted of seven visual-spatial ability-based test items and achieved a very high validity level with an average validation score of 5. The resulting instrument was considered capable of measuring students’ geometry abilities more systematically, particularly in the aspects of visualization and spatial reasoning. The novelty of this study lies in the development of a geometry instrument based on Hass theory integrated into the measurement of students’ visual-spatial abilities. This study is expected to serve as a reference for the development of geometry learning evaluation based on spatial abilities and Higher Order Thinking Skills (HOTS). ABSTRAK Geometri merupakan salah satu materi matematika yang masih dianggap sulit oleh peserta didik karena menuntut kemampuan visualisasi, representasi ruang, dan pemahaman konsep abstrak secara bersamaan. Kondisi tersebut menunjukkan perlunya instrumen yang mampu mengukur kemampuan visual spasial peserta didik secara lebih komprehensif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen tes kemampuan geometri berbasis teori Hass yang meliputi pengkonsepan, pengimajinasian, penyelesaian masalah, dan penemuan pola. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan tahapan penyusunan indikator, pengembangan butir soal, validasi ahli, revisi instrumen, dan penetapan instrumen final. Proses validasi dilakukan oleh dua validator yang terdiri atas satu dosen geometri dan satu guru matematika untuk menilai kesesuaian materi, indikator, bahasa, dan konstruksi soal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa instrumen yang dikembangkan terdiri atas tujuh butir soal berbasis kemampuan visual spasial dan memperoleh tingkat validitas sangat tinggi dengan rata-rata skor validasi sebesar 5. Instrumen yang dihasilkan dinilai mampu mengukur kemampuan geometri peserta didik secara lebih sistematis, terutama pada aspek visualisasi dan penalaran spasial. Novelty penelitian ini terletak pada pengembangan instrumen geometri berbasis teori Hass yang terintegrasi dalam pengukuran kemampuan visual spasial peserta didik. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi dalam pengembangan evaluasi pembelajaran geometri berbasis kemampuan spasial dan Higher Order Thinking Skills (HOTS).