Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

STRATEGI PEMBELAJARAN SANTRI MUALAF PEDALAMAN MENTAWAI DI PONDOK PESANTREN ALWAFA Oktavianus Oktavianus; Rizal Saepulloh Herawan
STRATEGY : Jurnal Inovasi Strategi dan Model Pembelajaran Vol. 6 No. 3 (2026)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/strategi.v6i3.10390

Abstract

ABSTRACT The diversity of cultural, educational, and religious backgrounds among convert (muallaf) students necessitates a learning approach that is flexible and responsive to learners’ individual conditions. This study aims to examine and describe the instructional strategies employed to enhance understanding of Islamic teachings among convert students at Pondok Pesantren Alwafa, Padang City. The research adopts a qualitative approach with a descriptive design, utilizing data collection techniques such as observation, in-depth interviews, and documentation conducted in a systematic manner. The findings reveal that learning effectiveness is supported by the implementation of integrated strategies, including role modeling by educators, strengthening emotional connections, delivering materials in a simplified and gradual manner, fostering positive thinking patterns, and organizing learning based on students’ needs. These strategies contribute to increased learning motivation, improved comprehension of Islamic concepts, and the development of more consistent religious attitudes and behaviors. Therefore, this study affirms that a learning model integrating pedagogical, emotional, and contextual dimensions constitutes an effective approach in supporting the success of Islamic education for convert students. ABSTRAK Keragaman latar belakang budaya, pendidikan, dan pengalaman keagamaan pada santri mualaf menuntut adanya pendekatan pembelajaran yang mampu menyesuaikan dengan kondisi peserta didik secara lebih fleksibel. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji serta menjelaskan strategi pembelajaran yang diterapkan dalam meningkatkan pemahaman ajaran Islam pada santri mualaf di Pondok Pesantren Alwafa, Kota Padang. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif melalui pengumpulan data yang dilakukan secara bertahap menggunakan observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian mengidentifikasi bahwa efektivitas pembelajaran didukung oleh penerapan strategi yang terintegrasi, meliputi pemberian contoh langsung oleh pendidik, penguatan hubungan emosional, penyajian materi secara sederhana dan bertahap, pengembangan pola pikir positif, serta pengelolaan pembelajaran berbasis kebutuhan santri. Penerapan strategi tersebut berdampak pada meningkatnya motivasi belajar, pemahaman konsep keislaman, serta pembentukan sikap religius yang lebih stabil. Dengan demikian, penelitian ini menegaskan bahwa model pembelajaran yang mengintegrasikan aspek pedagogis, emosional, dan kontekstual merupakan pendekatan yang efektif dalam mendukung keberhasilan pendidikan agama Islam bagi santri mualaf.
Pembentukan Adab Siswa Melalui Kegiatan Belajar di Sekolah Adab Islam Aisyah Semarang Naufal Lutfi Fadhlurrohman; Rizal Saepulloh Herawan
caXra: Jurnal Pendidikan Sekolah Dasar Vol. 6 No. 3 (2026): September 2026
Publisher : IPI Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31980/caxra.v6i3.3681

Abstract

Globalisasi memicu degradasi moral yang menuntut penguatan karakter sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses, strategi, dan implikasi kegiatan belajar dalam pembentukan adab murid di Sekolah Adab Islam Aisyah (SAIA) Semarang. Menggunakan metode kualitatif desain studi kasus tunggal, penelitian melibatkan kepala sekolah, guru, dan murid di SAIA Semarang sebagai subjek. Data dihimpun melalui instrumen observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pembentukan adab diintegrasikan sebagai ruh kurikulum mandiri melalui keteladanan guru (qudwah hasanah) dan pedagogi humanis pada fase tamyiz. Kesimpulannya, keberhasilan pembentukan adab ditandai dengan pencapaian fase malakah (karakter spontan) pada murid yang didukung oleh sinergi ekosistem konsisten antara sekolah dan orang tua. Penekanan pada adab sebelum ilmu terbukti efektif membangun disiplin intrinsik dan kesadaran spiritual murid dalam keseharian.