Globalisasi memicu degradasi moral yang menuntut penguatan karakter sejak dini. Penelitian ini bertujuan menganalisis proses, strategi, dan implikasi kegiatan belajar dalam pembentukan adab murid di Sekolah Adab Islam Aisyah (SAIA) Semarang. Menggunakan metode kualitatif desain studi kasus tunggal, penelitian melibatkan kepala sekolah, guru, dan murid di SAIA Semarang sebagai subjek. Data dihimpun melalui instrumen observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan pembentukan adab diintegrasikan sebagai ruh kurikulum mandiri melalui keteladanan guru (qudwah hasanah) dan pedagogi humanis pada fase tamyiz. Kesimpulannya, keberhasilan pembentukan adab ditandai dengan pencapaian fase malakah (karakter spontan) pada murid yang didukung oleh sinergi ekosistem konsisten antara sekolah dan orang tua. Penekanan pada adab sebelum ilmu terbukti efektif membangun disiplin intrinsik dan kesadaran spiritual murid dalam keseharian.
Copyrights © 2026